Haji Cen, Penambang Galian C Ilegal di Halteng, Akui Tak Dicegat Polisi

- Penulis Berita

Jumat, 7 November 2025 - 15:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Galian C Milik Hi Cen

Foto: Galian C Milik Hi Cen

HALTENG,Coretansatu.com – Seorang penambang galian C ilegal di Desa Wairoro Indah, Haji Cen, secara mengejutkan menyatakan bahwa aktivitas penambangan material miliknya tidak pernah dicegat atau dihentikan oleh Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Halmahera Tengah.

Dalam pengakuannya, Cen mengungkapkan alasan mengapa aparat kepolisian di daerah setempat tidak bertindak terhadapnya.

Ia mengklaim polisi hanya melarang penambangan batu boulder, sementara kegiatan pemerataan dan pengerukan material pasir batu (sirtu) yang dilakukannya dianggap aman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Secara yuridis saya sudah melapor ke polres dan polres melarang klu batu boulder kalau pemerataan Aman,” ujar Cen saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp, pada Jumat (7/11/25).

Cen mengklaim aktivitas penambangan yang dilakukannya bertujuan untuk pemerataan lahan. Selain itu, material pasir batu yang dikeruknya juga dipasok untuk proyek pembangunan jalan tani di wilayah tersebut.

“Kalau sirtu jalan tani aman,” imbuhnya, menegaskan bahwa kegiatannya memiliki tujuan sosial dan pembangunan lokal.

Yang lebih mencengangkan, meskipun ia sendiri mengakui bertindak sebagai pelaku galian C ilegal, Cen mengaku tengah berkomunikasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara. Tujuannya adalah untuk memberantas kegiatan galian C ilegal lainnya di Halteng.

“Saat ini saya ada mau ketemu krimsus untuk bicarakan semua galian C di halteng biar jangan jadi hantu permainan oknum aparat dan orang-orang tidak bertanggung jawab, ” Katanya

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi
Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:47

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Berita Terbaru