HALSEL,Coretansatu.com — Hi Sagaf Hi Taha, anggota DPRD Halmahera Selatan dari Fraksi Golkar, tak hanya menyerap aspirasi saat reses di Desa Yaba, Kecamatan Bacan Barat Utara. Ia juga tak segan memberikan teguran keras kepada Camat Bacan Barat Utara, Saiful Hasan, karena dinilai kurang disiplin dalam menjalankan tugas.
“Camat jangan sering-sering tidak ada di kantor! Masyarakat butuh pemimpin yang hadir dan responsif terhadap masalah mereka,” tegas Hi Sagaf saat berdialog dengan warga dan perangkat desa, Selasa (28/10/2025).
Selain menyentil soal kedisiplinan camat, Hi Sagaf juga menyoroti kondisi infrastruktur dan pelayanan publik di Desa Yaba. Ia meninjau jembatan penghubung desa yang menjadi akses utama warga, serta Puskesmas Yaba yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jembatan ini vital bagi mobilitas warga. Puskesmas juga harus dilengkapi fasilitasnya, termasuk ambulans yang sudah lama rusak. Jangan sampai warga kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan karena masalah seperti ini,” ujarnya.
Dalam kunjungannya ke Puskesmas Yaba, Hi Sagaf menerima usulan dari KTU Puskesmas terkait pembangunan rumah dinas di lokasi Geti Lama dan perbaikan ambulans yang rusak. Ia berjanji akan menyampaikan aspirasi ini kepada pihak eksekutif agar segera ditindaklanjuti.
Hi Sagaf juga memastikan program penanganan stunting di Desa Yaba berjalan dengan baik. Ia mengapresiasi upaya tenaga kesehatan dalam menekan angka stunting, namun mengingatkan agar pendataan dan penanganan anak stunting dilakukan secara berkelanjutan.
Tak hanya fokus pada masalah internal desa, Hi Sagaf juga menyoroti kondisi jalan Yaba-Sayoang yang semakin memprihatinkan. Ia mendesak Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, untuk menjadikan perbaikan jalan ini sebagai prioritas pembangunan tahun anggaran 2026.
“Jalan Yaba-Sayoang ini sudah masuk kategori emergensi! Ini jalur vital bagi aktivitas masyarakat dua desa. Kalau tidak segera diperbaiki, dampaknya akan semakin buruk,” tegasnya.
Melalui kegiatan reses ini, Hi Sagaf berharap seluruh aspirasi masyarakat Desa Yaba dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan daerah ke depan. Ia menekankan bahwa kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat adalah bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan pembangunan berjalan merata di seluruh pelosok Halmahera Selatan.
Reses Hi Sagaf di Desa Yaba bukan sekadar seremonial. Ia membuktikan diri sebagai wakil rakyat yang berani “pasang badan” untuk membela kepentingan masyarakat. Kini, bola ada di tangan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan. Akankah mereka menjawab tantangan Hi Sagaf dan mewujudkan harapan warga Desa Yaba? Waktu yang akan menjawab.
Editor : Admin Coretansatu.com









