Jalan Utama Sayoang–Yaba Menjadi Jebakan Maut, Gubernur Sherly Laos Diminta Turun Tangan

- Penulis Berita

Selasa, 28 Oktober 2025 - 02:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kondisi Jalan Sayoang Yaba

Foto: Kondisi Jalan Sayoang Yaba

HALSEL,Coretansatu.com — Akses jalan utama yang menghubungkan Desa Sayoang dan Desa Yaba, Kabupaten Halmahera Selatan, kini berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga.

Jalan tersebut yang selama ini menjadi jalur vital menuju pusat kota dan kebun warga, kini rusak parah dan sulit dilalui.

Kerusakan jalan sudah terjadi bertahun-tahun tanpa penanganan berarti dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Warga menyebut kondisi ini bukan lagi sekadar kerusakan biasa, melainkan “jebakan maut” yang mengintai setiap pengguna jalan, terutama saat musim hujan tiba.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan di lapangan menunjukkan, sebagian besar ruas jalan sudah tidak lagi beraspal. Bekas jalan selebar tiga meter kini berubah menjadi genangan lumpur dan kubangan air. Sejumlah titik bahkan sudah terputus akibat longsor dan arus sungai yang kian meluas.

Lebih parah lagi, di sepanjang jalur tersebut terdapat puluhan sungai tanpa jembatan. Setiap kali hujan turun, arus air meluap dan menutup akses. Warga terpaksa membangun jalan darurat dari batang pohon dan tanah agar tetap bisa melintas.

Menurut keterangan warga Desa Yaba, kondisi ini telah menyebabkan banyak kesulitan, terutama bagi mereka yang hendak berobat atau membawa hasil kebun ke pasar. “Sudah tidak terhitung berapa kali kami bangun jalan darurat, tapi setiap musim hujan rusak lagi,” keluh salah satu warga.

Beberapa kasus tragis bahkan sempat terjadi. Sejumlah pasien rujukan dari Puskesmas Yaba dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Labuha karena kondisi jalan yang buruk memperlambat proses evakuasi.

Warga mengaku sudah berulang kali menyampaikan aspirasi ke pihak pemerintah daerah, namun hingga kini belum ada tindakan konkret. Mereka menilai Pemerintah Provinsi Maluku Utara terkesan abai terhadap keselamatan warga pedesaan.

“Kalau jalan ini diabaikan terus, bukan tidak mungkin akan ada korban lagi. Kami mohon Gubernur Sherly Laos jangan tutup mata,” ujar tokoh masyarakat Sayoang dengan nada tegas.

Kerusakan ini juga berdampak besar terhadap ekonomi masyarakat. Harga bahan pokok meningkat karena distribusi logistik terganggu, sementara hasil pertanian warga sulit keluar desa akibat jalur transportasi yang terputus.

Warga berharap Gubernur Sherly Laos segera turun tangan meninjau langsung kondisi jalan tersebut dan memprioritaskan pembangunan infrastruktur Sayoang–Yaba dalam program kerja provinsi tahun mendatang.

Masyarakat dua desa itu menegaskan, mereka tidak meminta janji, melainkan tindakan nyata. “Kami sudah terlalu lama menunggu. Jalan ini bukan sekadar tanah dan batu, ini urat nadi kehidupan kami,” pungkas salah satu warga dengan nada penuh harap.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel
PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola
Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam
Utang Rp1,3 Triliun Belum Lunas, Pemprov Malut Minta Persetujuan Pinjam Rp1 Triliun Lagi
Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas
Penganiayaan Guru PPPK di Halsel: Terduga Pelaku Terancam Penjara Lebih dari 5 Tahun
Bantah Tuduhan Penyelewengan, SPBUN Sayoang Tegaskan Penyaluran Solar Sesuai Aturan DKP
Mengintip Kerisauan dan Optimisme Kapolresta Tidore

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:34

Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:02

PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:36

Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam

Rabu, 15 Juli 2026 - 04:50

Utang Rp1,3 Triliun Belum Lunas, Pemprov Malut Minta Persetujuan Pinjam Rp1 Triliun Lagi

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:18

Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:35

Bantah Tuduhan Penyelewengan, SPBUN Sayoang Tegaskan Penyaluran Solar Sesuai Aturan DKP

Senin, 13 Juli 2026 - 15:49

Mengintip Kerisauan dan Optimisme Kapolresta Tidore

Senin, 13 Juli 2026 - 08:43

Merajut Kembali Kasih, Ratusan Jemaat Padati Pendaftaran SSIB GMIH 2026 demi Wujudkan GMIH Bersatu

Berita Terbaru