HALSEL,Coretansatu.Com – Ketua Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH), Adi Hi. Adam, melancarkan sindiran keras terhadap Balai PU Provinsi Maluku Utara yang diduga lalai dan tidak bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa pengguna jalan di Labuha.
Menurut Adi, insiden ini menunjukkan betapa cerobohnya pelaksanaan pekerjaan jalan yang tidak disertai prosedur keselamatan standar. Ia menilai Balai PU terkesan abai terhadap keselamatan warga.
Kecelakaan tersebut terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 20.56 WIT. Seorang pengendara motor dilaporkan menjadi korban setelah menabrak rambu larangan yang ditempatkan secara asal di badan jalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rambu itu dipasang terlalu dekat dengan titik pekerjaan tanpa adanya tanda pengaman awal atau jarak peringatan yang seharusnya menjadi standar dalam pengerjaan proyek jalan.
Keterangan warga menyebutkan, peristiwa nahas itu terjadi di dekat area perumahan bandara Labuha, lokasi yang setiap hari dilalui banyak pengendara.
Posisi rambu yang diletakkan tanpa penyesuaian jarak membuat pengendara tidak memiliki ruang antisipasi, terlebih pada malam hari dengan pencahayaan jalan yang terbatas.
Alih-alih menjadi pengingat keselamatan, rambu tersebut justru berubah menjadi pemicu kecelakaan yang membahayakan nyawa pengguna jalan.
“Seharusnya rambu seperti itu dipasang jauh sebelum lokasi pekerjaan, bukan dilempar begitu saja di tengah jalan,” ujar seorang warga di lokasi dengan nada geram.
Warga menilai pemasangan rambu secara sembarangan adalah bentuk kelalaian yang tak bisa ditoleransi. Mereka menuding pihak Balai PU tidak mengindahkan standar operasi keselamatan.
Adi Hi. Adam menegaskan, kelalaian seperti ini tidak boleh dibiarkan. Ia meminta pihak terkait segera dimintai pertanggungjawaban atas insiden yang telah mencederai warga.
Ia juga mendesak pemerintah provinsi turun tangan mengevaluasi kinerja Balai PU agar kejadian serupa tidak kembali mengancam keselamatan masyarakat.
“Jangan tunggu korban jiwa baru bertindak. Ini bukti bahwa kesembronoan bisa membunuh,” Pungkas Adi.
Editor : Admin.Coretansatu







