SEMMI Malut Desak Polda Maluku Utara Usut Balai PU: “Rambu Salah Tempat, Nyawa Taruhan

- Penulis Berita

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 15:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua SEMMI Malut Sarjan Hi Rifai

Foto: Ketua SEMMI Malut Sarjan Hi Rifai

HALSEL,Coretansatu.Com — Kelalaian fatal dalam pemasangan rambu keselamatan oleh Balai PU Pemerintah Provinsi Maluku Utara kembali menjadi sorotan publik. Pemasangan rambu bertuliskan “Ada Perbaikan Jalan” yang tidak tepat sasaran justru memicu kecelakaan lalu lintas di jalur utama Labuha–Babang, tepatnya di Desa Hidayat.

Insiden tersebut menimpa seorang pengendara motor pada Jumat malam sekitar pukul 20.56 WIT. Korban dilaporkan menabrak rambu larangan yang ditempatkan terlalu dekat dengan lokasi pekerjaan tanpa adanya tanda pengaman awal atau jarak peringatan yang layak.

Keterangan warga menyebutkan, kecelakaan terjadi di dekat area perumahan bandara Labuha. Posisi rambu yang diletakkan di badan jalan tanpa penyesuaian jarak membuat pengendara tidak memiliki ruang antisipasi. Alih-alih menjadi pengingat keselamatan, rambu itu berubah menjadi pemicu kecelakaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Seharusnya rambu seperti itu dipasang jauh sebelum lokasi pekerjaan, bukan dilempar begitu saja di tengah jalan,” ujar salah seorang warga di lokasi dengan nada geram.

Bahaya pemasangan sembarangan itu nyaris menelan korban lebih dari satu. Seorang pengendara lain bernama Iki mengaku hampir mengalami kecelakaan serupa. “Saya juga hampir celaka. Untungnya tidak ada mobil dari depan, kalau ada mungkin saya juga sudah jatuh,” ungkapnya.

Warga yang menyaksikan dan membantu korban tak segan melontarkan kritik keras terhadap Balai PU. Mereka menilai penempatan rambu secara asal-asalan mencerminkan lemahnya pengawasan dan minimnya kesadaran terhadap keselamatan pengguna jalan.

“Ini kelalaian Balai PU Provinsi. Harusnya diawasi ketat supaya tidak makan korban. Jalan ini dipakai warga setiap hari. Apa harus tunggu orang mati dulu baru sadar?” tukas Iki dengan nada tegas.

Desakan kini datang dari Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Maluku Utara. Mereka menilai insiden ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan akibat langsung dari keteledoran pihak penyelenggara proyek.

SEMMI mendesak agar Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara segera turun tangan dan memproses dugaan kelalaian yang dilakukan Balai PU Provinsi. Kesalahan dalam menempatkan rambu keselamatan, menurut mereka, telah mengancam keselamatan nyawa masyarakat.

Sarjan Hi Rifai, Ketua SEMMI Malut, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal persoalan ini langsung di hadapan Kapolda. Ia menyebut, pada kunjungan Kapolda Malut ke Polres Halsel pada Minggu, 05 Oktober 2025, pihaknya meminta pembentukan tim investigasi.

“Kami mendesak Kapolda bentuk tim investigasi untuk mengusut kelalaian Balai PU yang menyebabkan kecelakaan di Desa Hidayat,” tegas Sarjan.

Sarjan menilai bahwa jika kelalaian seperti ini dibiarkan, bukan tidak mungkin jatuhnya korban berikutnya hanya menunggu waktu. Warga yang melintas setiap hari di jalur Labuha–Babang berhak atas jaminan keselamatan, bukan jebakan dari proyek pemerintah.

Insiden ini menjadi alarm keras bahwa kesalahan teknis sekecil apa pun dalam pengelolaan jalan bisa berubah menjadi ancaman nyawa. Rambu keselamatan yang semestinya melindungi, kini menjelma menjadi sumber petaka.

Keselamatan publik adalah mandat negara. Ketika sebuah rambu yang dimaksudkan untuk melindungi justru mencelakai, maka itu bukan lagi perkara teknis, melainkan bentuk pengabaian terhadap keselamatan manusia.

Facebook Comments Box

Editor : Admin.Coretansatu

Berita Terkait

Dukung Olahraga Daerah: Harita Nickel Sumbang 10 Mobil Operasional untuk Sukseskan Porprov V Malut 2026
Jual Beli IUP Haltim Disorot, LKBHMI Cabang Ternate Desak Aparat Usut Dugaan Korupsi hingga Tuntas
PW SEMMI Maluku Utara Desak Kejati Segera Tangkap Drs. H. Iqbal Ruray Terkait Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD
Hujan Deras Guyur Kota Weda, Tiga Desa Terendam Banjir: Warga Soroti Kinerja Pemda
Dugaan SPPD Fiktif Rp26,3 Miliar Mengguncang DPRD Ternate, FORMAPAS Desak KPK Tetapkan Tersangka!
Nekat Buka Saat Idul Adha, Star Cave Karaoke Terancam Ditutup Satpol PP Halteng
Di Tengah Gemerlap Industri Nikel, BPK Temukan Kekurangan Pungutan Pajak Listrik Halteng Capai Rp7,9 Miliar
Nazlah Gunakan Dana Pribadi untuk Kurban, Sherly Salurkan Sapi lewat APBD

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:06

Dukung Olahraga Daerah: Harita Nickel Sumbang 10 Mobil Operasional untuk Sukseskan Porprov V Malut 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:47

Jual Beli IUP Haltim Disorot, LKBHMI Cabang Ternate Desak Aparat Usut Dugaan Korupsi hingga Tuntas

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:44

PW SEMMI Maluku Utara Desak Kejati Segera Tangkap Drs. H. Iqbal Ruray Terkait Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD

Senin, 1 Juni 2026 - 03:36

Dugaan SPPD Fiktif Rp26,3 Miliar Mengguncang DPRD Ternate, FORMAPAS Desak KPK Tetapkan Tersangka!

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:27

Nekat Buka Saat Idul Adha, Star Cave Karaoke Terancam Ditutup Satpol PP Halteng

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:50

Di Tengah Gemerlap Industri Nikel, BPK Temukan Kekurangan Pungutan Pajak Listrik Halteng Capai Rp7,9 Miliar

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:23

Nazlah Gunakan Dana Pribadi untuk Kurban, Sherly Salurkan Sapi lewat APBD

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:26

Retak di Lingkar Kekuasaan, Nazlah Mulai Dibaca Jadi Penantang Sherly 2030

Berita Terbaru