Diduga Dendam Politik, Kantor Desa Saketa Dipalang dan Tolak Inspektorat Saat Audit

- Penulis Berita

Selasa, 23 September 2025 - 06:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL,Coretansatu.com — Polemik di Desa Saketa Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan, berujung Pemalangan Kantor Desa dan penolakan inspektorat saat melaksanakan audit atau pemeriksaan pengelolaan Dana Desa (DD) Desa Saketa. Senin, 22/09/25.

Puluhan massa yg mengatas namakan masyarakat Desa Saketa itu, mempertanyakan sejumlah item kegiatan Desa, eneh nya saat inspektorat melaksanakan pemeriksaan terhadap Kepala Desa, justru di tolak dengan alasan inspektorat diduga masuk angin.

Aksi protes sejumlah massa itu di nilai sarat dengan kepentingan dan dendam politik, pasalnya salah satu peserta aksi meneriaki seragam yang di pakai kepala Desa Saketa Idjul M. Kiat adalah milik Amin, dimana Amin adalah salah satu peserta yang di kalahkan Idjul saat pemilihan kepala desa Tahun 2022 lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Baju itu (seragam Kepala Desa) Amin punya” Teriak salah satu pendemo.

Menggapai aksi tersebut, Warga dusun Marimoi Desa Saketa, Husri Sarifudin, menyayangkan sikap yang di lakukan sejumlah pendemo tanpa arah yang jelas.

Menurut Husri, tuntutan pendemo yang mempertanyakan sejumlah item kegiatan bila tidak puas dengan penjelasan Kepala Desa seharusnya menunggu hasil audit inspektorat.

“jika inspektorat di tolak saat pemeriksaan item kegiatan yang menjadi tuntutan, sangat di sayangkan, karna hasil audit yang bisa menjawab semua yang diduga oleh pendemo” ujar Husri.

Terpisah, Kepala Desa Saketa, Idjul M. Kiat menjelaskan, “terkait Profil Desa Senilai Rp. 50 juta, Pihaknya melalui APDESI telah rapat bersama dengan salah satu perusahan pembuatan profil dengan bajet Rp. 50 juta yang di masukkan ke dalam APBDes, namun di anggap terlalu mahal sehingga di anggarkan di APBDes perubahan senilai Rp. 20 Juta, selanjutnya menunggu hasil rakor yang di tunjuk salah satu Dinas untuk pembentukan tim pembuatan profil setiap Desa, akan tetapi hingga sampai saat ini belum di bentuk tim tersebut”.

“Terkait Ketahanan pangan Tahun 2024, pencairan di tahap 2 bibit dan pupuk suda pengadaan dan belanja toko yang lain, alasan keterlambatan karena faktor cuaca, pengadaan material pagar, Kayu dan pembuatan pagar agak terlambat namun Alhamdulillah semua suda lengkap, tinggal kelompok Pertanian pembibitan dan penanaman” sambungnya.

Menurut Idjul, semua kegiatan Desa dilaksanakan dengan transparan dan berjalan sesuai dengan mekanisme yang telah di atur,” Pungkasnya.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

PLN UP3 Ternate Diminta Evaluasi Kepala PLN Bacan Usai Listrik Padam Berulang Di Kecamatan Bacan Barat Utara
Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara
Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar
IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang
Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore
Ketua HMNI Halsel Diintimidasi Usai Bongkar Dugaan Solar Subsidi 50 Ton Tak Sampai ke Nelayan
HMNI Halsel Bongkar Dugaan Penyimpangan SPBUN Sayoang: Nelayan Dipaksa Berhenti Melaut
Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:34

PLN UP3 Ternate Diminta Evaluasi Kepala PLN Bacan Usai Listrik Padam Berulang Di Kecamatan Bacan Barat Utara

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:30

Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:32

Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar

Jumat, 10 Juli 2026 - 04:58

IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang

Jumat, 10 Juli 2026 - 02:32

Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:31

HMNI Halsel Bongkar Dugaan Penyimpangan SPBUN Sayoang: Nelayan Dipaksa Berhenti Melaut

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:35

Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:57

Apresiasi Langkah Cepat Polres Halsel dalam Penanganan Dugaan Pencurian, KNPI Prihatin Terduga Pelaku Dibawah Umur

Berita Terbaru