Industri Baterai PT. FHT Disorot, Publik Pertanyakan Komitmen Lingkungan ‎

- Penulis Berita

Senin, 22 September 2025 - 12:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎HALTIM,Coretansatu.com –Pembangunan industri baterai oleh PT. FHT kembali menuai sorotan tajam. Perusahaan yang digadang-gadang sebagai motor hilirisasi energi ini dituding lalai dalam memenuhi kewajiban pengelolaan lingkungan. Kritik datang dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi lingkungan hingga warga sekitar proyek, yang khawatir akan dampak serius terhadap ekosistem.

‎Warga menilai aktivitas pembangunan PT. FHT telah menimbulkan pencemaran udara akibat debu dan kabut tebal, alih fungsi lahan tanpa kajian mendalam, serta ancaman pencemaran air di sekitar area proyek. Mereka menegaskan, industri baterai adalah sektor berisiko tinggi yang semestinya dikelola dengan standar lingkungan ketat.

‎‎“Seharusnya perusahaan sebesar PT. FHT lebih transparan dan bertanggung jawab dalam menyampaikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Sampai sekarang, kami belum pernah mendapatkan informasi terbuka terkait dampak yang akan ditimbulkan,” tegas Risman, salah satu warga yang terdampak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎‎Selain transparansi yang minim, masyarakat juga menyoroti absennya program pemulihan lingkungan serta nihilnya keterlibatan publik dalam konsultasi. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa PT. FHT mengabaikan prinsip pembangunan berkelanjutan demi mengejar target produksi.

‎‎Pakar lingkungan, Daniel Murdiyarso, memperingatkan dampak jangka panjang jika pengelolaan lingkungan tidak segera diperbaiki. “Kelalaian seperti ini bisa berakibat pada kerusakan habitat, pencemaran air tanah, hingga peningkatan emisi berbahaya. Jika dibiarkan, yang akan menanggung akibatnya adalah generasi mendatang,” ujarnya.

Publik kini menuntut pemerintah daerah untuk turun tangan memastikan proyek strategis tersebut berjalan sesuai aturan, tanpa mengorbankan keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan

‎Hingga berita ini dipublish, pihak PT. FHT belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai tudingan.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Arfandi Latif

Berita Terkait

Hanya Karena Tulisan “K3 Konstruksi”, Pokja III Maluku Utara Gugurkan Peserta Tender
Saling Lempar Tanggung Jawab, Kakanwil Kemenag Malut dan PPK Tahan Proyek MIN Halbar Rp3,6 M
Kelola 8 Bak Sianida, Usman Diduga Operasikan Kembali Tambang Ilegal Kusubibi
Buntut Pembatalan Pemenang Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar, Dugaan Intervensi Kakanwil Kemenag Malut Jadi Sorotan
Polres Halsel Kantongi Hasil Visum Kasus Penganiayaan Guru PPPK, Tersangka Ditetapkan Pekan Depan
Puskesmas Yaba Dinilai Tak Lagi Memadai, Warga Harap Bupati Bassam Prioritaskan Pembangunan
CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!
Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:21

Hanya Karena Tulisan “K3 Konstruksi”, Pokja III Maluku Utara Gugurkan Peserta Tender

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:32

Saling Lempar Tanggung Jawab, Kakanwil Kemenag Malut dan PPK Tahan Proyek MIN Halbar Rp3,6 M

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:35

Kelola 8 Bak Sianida, Usman Diduga Operasikan Kembali Tambang Ilegal Kusubibi

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:09

Buntut Pembatalan Pemenang Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar, Dugaan Intervensi Kakanwil Kemenag Malut Jadi Sorotan

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:24

Polres Halsel Kantongi Hasil Visum Kasus Penganiayaan Guru PPPK, Tersangka Ditetapkan Pekan Depan

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:50

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:17

Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:21

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Berita Terbaru