Isu Muhammad Abd. Fatah Kembali Jabat Kades Kusubibi, Bassam di Minta Pertimbangan Hukum.

- Penulis Berita

Kamis, 18 September 2025 - 04:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL,Coretansatu.Com — Beredar isu di kembalikannya Muhammad Abdul Fatah sebagai Kepala Desa Kusubibi Kecamatan Bacan Barat Kabupaten Halmahera Selatan mendapat tanggapan dari berbagai pihak.

Pasalnya dalam kepemimpinan Muhammad Abdul Fatah, pemerintahan Desa Kusubibi di nilai buruk, bahkan hasil Audit inspektorat Halmahera Selatan menemukan kerugian Dana Desa mencapai Rp. 993 Juta.

Menanggapi hal tersebut, Lembaga Kajian dan Investigasi Nasional (LKIN) Maluku Utara meminta Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba agar mempertimbangkan mengembalikan Muhammad Abdul Fatah dari jabatan kepala Desa Kusubibi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua DPD LKIN Maluku Utara, Ridwan Jafar mengatakan “isu di kembalikannya Muhammad Abdul Fatah perlu di pertimbangkan Bupati, pasalnya temuan inspektorat begitu fantastik mendekati satu miliar dalam tahun anggaran 2024, dan sedang di Lidik Polres Halmahera Selatan” ujar Ridwan.

Diketahui Muhammad Abdul Fatah telah di berhentikan Bupati Halmahera Selatan dari jabatan kepala desa untuk pembinaan, pemberhentian itu karena desakan masyarakat atas buruknya pengelolaan Dana Desa dan pelayanan publik.

Hingga berita ini dipublish, masih dalam upaya mengkonfirmasi pemerintah kabupaten Halmahera Selatan, terkait isu di kembalikannya Muhammad Abdul Fatah.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

PLN UP3 Ternate Diminta Evaluasi Kepala PLN Bacan Usai Listrik Padam Berulang Di Kecamatan Bacan Barat Utara
Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara
Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar
IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang
Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore
Ketua HMNI Halsel Diintimidasi Usai Bongkar Dugaan Solar Subsidi 50 Ton Tak Sampai ke Nelayan
HMNI Halsel Bongkar Dugaan Penyimpangan SPBUN Sayoang: Nelayan Dipaksa Berhenti Melaut
Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:34

PLN UP3 Ternate Diminta Evaluasi Kepala PLN Bacan Usai Listrik Padam Berulang Di Kecamatan Bacan Barat Utara

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:30

Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:32

Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar

Jumat, 10 Juli 2026 - 04:58

IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang

Jumat, 10 Juli 2026 - 02:32

Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:31

HMNI Halsel Bongkar Dugaan Penyimpangan SPBUN Sayoang: Nelayan Dipaksa Berhenti Melaut

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:35

Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:57

Apresiasi Langkah Cepat Polres Halsel dalam Penanganan Dugaan Pencurian, KNPI Prihatin Terduga Pelaku Dibawah Umur

Berita Terbaru