Bobroknya Pengawasan, Pj Desa Bisori Diduga Jadikan Jabatan Ladang 

- Penulis Berita

Rabu, 17 September 2025 - 09:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL,Coretansatu.Com – Baru beberapa bulan menjabat, Pejabat Sementara (Pj) Desa Bisori, Kecamatan Kasiruta Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Salamat H. Ade sudah menjadi sorotan publik. Ia diduga terlibat skandal penggelapan Dana Desa (DD) tahap I tahun anggaran 2025, sebuah kasus yang dinilai mencerminkan bobroknya sistem pengawasan pemerintah daerah,pada Rabu/17/9/2025.

Alih-alih mendorong pembangunan, Salamat justru menjadi simbol praktik kotor yang mencoreng marwah pemerintahan desa. Penunjukan Pj oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Halsel kini dipertanyakan publik. “DPMD harus ikut bertanggung jawab, karena ini pejabat yang mereka tunjuk,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.

Berdasarkan bocoran document APBDes 2025, anggaran tahap I seharusnya dialokasikan untuk

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

3 unit WiFi(starling) desa

15 unit tong sampah

Kegiatan kepemudaan senilai Rp25 juta

9 unit bodi viber ketinting lengkap dengan mesin ,”kata Santo ketua kordinator forum peduli masyarakat desa bisori.

Namun hingga kini, program-program tersebut tak pernah terealisasi. Sejumlah warga menilai anggaran ratusan juta rupiah itu raib entah ke mana. “Uang keluar tapi kegiatan nol. Ini bukti sistem kontrol lemah,” kata santo

Seorang sumber internal bahkan menyebut adanya manipulasi dokumen pencairan. “Ini bukan sekadar kelalaian. Ada indikasi penggelapan terstruktur,” tegasnya.

Tak hanya soal dana, Pj Desa Bisori juga diduga jarang menggunakan kantor desa untuk pelayanan publik. Desa praktis lumpuh tanpa kehadiran pejabatnya. Situasi ini memperkuat dugaan publik bahwa pemerintahan desa hanya dijadikan alat untuk menguras anggaran.

Masyarakat Desa Bisori mendesak Inspektorat Halsel, Kejaksaan dan aparat penegak hukum segera turun tangan. “Dana Desa itu uang rakyat, bukan untuk foya-foya. Jangan tunggu viral baru bertindak,” desak salah satu warga dengan nada tinggi.

Para pengamat desa juga mempertanyakan peran DPMD Halsel yang dianggap lalai mengawasi pejabat yang mereka angkat sendiri. “Kasus ini membuktikan DPMD gagal membina dan mengawasi. Publik butuh jawaban, bukan sekadar klarifikasi,” santos dengan tegas

Dari total anggaran DDS tahap 1 hanya di realisasikan untuk bodi desa 130 juta,sementara insentif lembaga adat yang seharusnya terima 3000.000 namun di terima hanya 1,800 (satu juta delapan ratus ribu),tidak hanya itu kantor desa pun tidak perna di fungsikan oleh PJ kepala desa nisori.

Hingga berita ini di publish, Pj Desa Bisori Salamat H. Ade belum memberikan tanggapan resmi. Namun bagi warga, klarifikasi semata tidak cukup: mereka mendesak audit menyeluruh dan proses hukum transparan.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Hanya Karena Tulisan “K3 Konstruksi”, Pokja III Maluku Utara Gugurkan Peserta Tender
Saling Lempar Tanggung Jawab, Kakanwil Kemenag Malut dan PPK Tahan Proyek MIN Halbar Rp3,6 M
Kelola 8 Bak Sianida, Usman Diduga Operasikan Kembali Tambang Ilegal Kusubibi
Buntut Pembatalan Pemenang Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar, Dugaan Intervensi Kakanwil Kemenag Malut Jadi Sorotan
Polres Halsel Kantongi Hasil Visum Kasus Penganiayaan Guru PPPK, Tersangka Ditetapkan Pekan Depan
Puskesmas Yaba Dinilai Tak Lagi Memadai, Warga Harap Bupati Bassam Prioritaskan Pembangunan
CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!
Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:21

Hanya Karena Tulisan “K3 Konstruksi”, Pokja III Maluku Utara Gugurkan Peserta Tender

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:32

Saling Lempar Tanggung Jawab, Kakanwil Kemenag Malut dan PPK Tahan Proyek MIN Halbar Rp3,6 M

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:35

Kelola 8 Bak Sianida, Usman Diduga Operasikan Kembali Tambang Ilegal Kusubibi

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:09

Buntut Pembatalan Pemenang Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar, Dugaan Intervensi Kakanwil Kemenag Malut Jadi Sorotan

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:24

Polres Halsel Kantongi Hasil Visum Kasus Penganiayaan Guru PPPK, Tersangka Ditetapkan Pekan Depan

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:50

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:17

Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:21

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Berita Terbaru