TERNATE, Coretansatu.Com — Proyek renovasi kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah tahun 2025 mendapat sorotan.
Pasalnya, kebijakan renovasi kantor tersebut dinilai buang-buang duit, ditengah jalan rusak di Kota Ternate makin tak terurus.
Jalan yang makin parah rusaknya dan bertahun tahun tapi terus diabaikan itu terletak di ruas jalan Sasa-Gambesi, tepatnya jalan belakang yang menghubungkan antara Kampus Unkhair II dan Kampus Muhammadiyah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Awin salah satu warga mengatakan kebijakan , Dinas PUPR Terbate membangun bangunan kantor ini membuang-buanh anggaran ditengah jalan rusak di Ternate makin banyak.
“Seharusnya Dinas PUPR Ternate prioritaskan pembangunan jalan yang tentu menjadi kebutuhan masyarakat dalam beraktifitas dengan aman dan nyaman,” kata Awin.
Lanjut Awin yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek itu, menuturkan bahwa aplagi jalan belakang Gambesi sebagai penghubung kampus UNKHAIR dan UMMI makin parah.
“Gedung kantor Dinas PUPR masih bagus, jadi kalau kebijakan membangun kantor itu buang duit saja,” timpalnya.
Senada disampaikan Iki, salah satu mahasiswa yang ngekos di sekitar jalan rusak Gambesi-Sasa mengeluhkan kondisi jalan rusak tersebut.
“Jalan ini sudah tidak layak, tapi tetap kami pakai karena menjadi alternatif tercepat jika ke kampus,” ungkapnya.
Iki berharap ada perhatian pemerintah Kota Ternate, Dinas PUPR, untuk bisa memperhatikan kondisi jalan rusak, jangan hanya membuat kebijakan yang tidak tepat sasaran.
Diketahui, anggaran proyek renovasi bangunan kantor Dinas PUPR, seperti terpampang pada papan proyek, bernilai Rp. 1.331.716.288.31. anggaran tersebut bersumber dari APBD Kota Ternate tahun 2025.
Proyek dengan nomor kontrak 640/815/BG/DPUPR/KT/2025 itu bernama kegiatan penambahan ruang kerja gedung Dinas PUPR, berlokasi di halaman kantor tersebut, dikerjakan oleh CV. Ridoh Pratama debgan jangka waktu 129 hari kalender.
Editor : Admin Coretansatu.com









