Modus Perselingkuhan Kades Balitata Ganti Nama Anto

- Penulis Berita

Kamis, 18 September 2025 - 10:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL,Coretansatu.Com – Sosok Kepala Desa (Kades) semestinya menjadi panutan masyarakat, menjaga kehormatan dan menunjukkan teladan yang baik. Namun, Kades Balitata, Haryadi Sangaji, justru kembali mencoreng nama baik pemerintahan desa dengan tingkah yang memalukan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media Coretansatu.Com, Haryadi Sangaji yang kini nekat mengganti nama panggilannya menjadi “Anto”, diduga kuat menjalin hubungan gelap dengan seorang janda di Halmahera Selatan. Pergantian nama ini disebut-sebut hanyalah modus baru untuk menutupi jejak perselingkuhannya.

Fakta dugaan perselingkuhan ini terungkap melalui rekaman percakapan (chatting) antara dirinya dengan seorang janda. Dalam isi percakapan yang beredar, Kades Balitata secara terang-terangan mengajak perempuan itu untuk melakukan video call dengan pose tak senonoh. Sikap tidak bermoral ini sontak memancing kemarahan masyarakat yang merasa dipermainkan oleh pemimpin desanya sendiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adanya bukti chatting dengan video call tersebut, warga Balitata menilai, Haryadi Sangaji sudah berulang kali membuat ulah dan kini semakin menunjukkan perilaku yang tidak pantas bagi seorang kepala desa. “Ini kades atau preman? Malu-maluin desa saja. Kalau sudah begini, bagaimana rakyat bisa percaya?” ketus salah satu warga dengan nada geram.

Warga mendesak agar Bupati Halmahera Selatan segera turun tangan menindak tegas perilaku bejat oknum kades tersebut. Menurut warga, jika dibiarkan, bukan hanya wibawa pemerintahan desa yang hancur, tapi juga moral masyarakat ikut tercoreng akibat ulah pemimpinnya sendiri.

Kini, nama “Anto” yang digunakan Haryadi Sangaji bukan lagi dianggap sekadar panggilan, melainkan simbol pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Alih-alih bekerja membangun desa, ia justru larut dalam urusan syahwat yang memalukan.

Masyarakat menegaskan, jabatan kepala desa bukanlah tempat untuk mempermainkan rakyat dengan akal-akalan, apalagi mengotori nama baik desa dengan perbuatan mesum.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi
Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:47

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Berita Terbaru