Liput Agenda Bahlil, Jurnalis Diduga Dipukul Ajudan dan Ditekan Panitia: ‘Jangan Dibesar-besarkan!

- Penulis Berita

Minggu, 12 April 2026 - 11:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ajudan Menteri ESDM RI pukul Jurnal Haliyora.id

Foto: Ajudan Menteri ESDM RI pukul Jurnal Haliyora.id

TERNATE,Coretansatu.com – Insiden kekerasan terhadap awak media kembali terjadi. Kali ini melibatkan seorang ajudan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, yang diduga melakukan pemukulan terhadap seorang jurnalis pada saat peliputan Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Provinsi Maluku Utara di Ternate.

Peristiwa naas tersebut terjadi usai pembukaan acara, tepatnya sekitar pukul 15.20 WIT, di pintu keluar Gamalama Ballroom, Bella Hotel Ternate. Saat itu, sejumlah wartawan tengah melakukan sesi wawancara dengan Ketua DPP Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM tersebut.

Di tengah suasana yang cukup ramai, salah satu ajudan menteri diduga bertindak berlebihan. Aksi bermula ketika ajudan tersebut menarik baju korban untuk menjauhkannya dari posisi menteri, namun tindakan itu berlanjut hingga melakukan pemukulan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban yang diketahui bernama Afan, jurnalis dari media online Haliyora.id, mengaku menerima pukulan keras di bagian rusuk kanannya.

“Tong ada rame-rame wawancara, tiba-tiba ajudannya Pak Bahlil langsung tarik baju, tidak lama langsung pukulan masuk di rusuk kanan lagi,” ungkap Afan menceritakan kronologi kejadian.

Insiden ini semakin menuai pertanyaan besar setelah tanggapan yang muncul dari panitia penyelenggara. Ketua Panitia Musda, Arifin Jafar yang juga Sekretaris DPD Golkar Maluku Utara, justru meminta agar masalah ini tidak dipublikasikan atau diperbesar.

“Babadiam kabawa, jangan kasih besar,” tegas Arifin saat dikonfirmasi.

Sikap ini dinilai sangat menyayangkan dan berpotensi menutupi tindakan kekerasan yang jelas-jelas melanggar hak kebebasan pers dan perlindungan terhadap wartawan dalam menjalankan tugas.

Hingga berita ini dipublish,belum ada keterangan resmi maupun klarifikasi dari pihak terkait, baik dari tim menteri maupun pihak kepolisian, mengenai motif dan alasan di balik tindakan kekerasan tersebut.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Gunakan Sertifikat Rumah Warga, Suratin Hukum Terancam Dipolisikan
Lobi Pusat Jadi Kunci, Nazla Tunjukkan Cara Bangun Daerah di Tengah Efisiensi Anggaran
BPK Bongkar Potensi PAD Halmahera Tengah: Dari Reklame Liar Lelilef hingga Pajak Raksasa PLTU Kawasan Industri
Begal Hasil Tender Proyek MIN Halbar Rp3,6 M: Kakanwil dan Keponakannya Akal-Akali E-Katalog Demi Akomodir Kerabat
Pekerjaan Rumah Pemkab Halteng: Pengusaha THM Mengaku Buta Aturan
BARAH Puji Sinergi Polsek Mafa Amankan Barang Bukti Kayu
Imunitas yang Diamputasi: Menakar Batas Bicara Anggota Dewan
Sambut HUT ke-81 RI, PT IMM Salurkan Bantuan untuk Turnamen Pemdes Cup Perdana Di Desa Yaba

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:32

Gunakan Sertifikat Rumah Warga, Suratin Hukum Terancam Dipolisikan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:28

Lobi Pusat Jadi Kunci, Nazla Tunjukkan Cara Bangun Daerah di Tengah Efisiensi Anggaran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:35

BPK Bongkar Potensi PAD Halmahera Tengah: Dari Reklame Liar Lelilef hingga Pajak Raksasa PLTU Kawasan Industri

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:53

Begal Hasil Tender Proyek MIN Halbar Rp3,6 M: Kakanwil dan Keponakannya Akal-Akali E-Katalog Demi Akomodir Kerabat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:28

Pekerjaan Rumah Pemkab Halteng: Pengusaha THM Mengaku Buta Aturan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 03:30

Imunitas yang Diamputasi: Menakar Batas Bicara Anggota Dewan

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:17

Sambut HUT ke-81 RI, PT IMM Salurkan Bantuan untuk Turnamen Pemdes Cup Perdana Di Desa Yaba

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:45

59 Napi Lapas Labuha Diusulkan Mendapatkan Remisi, Mayoritas Pelaku Kekerasan Perempuan dan Anak

Berita Terbaru