Praktisi Hukum Soroti Proyek SMP Alkhairaat Desa Dolik: Anggaran Besar, Hasil Tak Sesuai Target

- Penulis Berita

Kamis, 9 April 2026 - 07:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Praktis Hukum Bambang joisangadji SH

Foto: Praktis Hukum Bambang joisangadji SH

HALSEL,Coretansatu.com – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 yang menghadirkan total anggaran sekitar Rp27 miliar dari APBN untuk Kabupaten Halmahera Selatan kini menuai polemik. Sorotan ini tertuju pada pelaksanaan proyek di SMP Alkhairaat, Desa Dolik, Kecamatan Gane Barat Utara, yang menerima bantuan senilai Rp2,7 miliar, namun dinilai hasilnya tidak sebanding dengan nilai anggaran.

Praktisi hukum, Bambang Joisangadji, SH, menilai ada kejanggalan serius dalam penggunaan dana tersebut. Menurutnya, meski nilai anggaran sangat besar, pekerjaan yang terlihat di lapangan hanya sebatas rehabilitasi ringan, sementara kondisi lingkungan sekolah secara keseluruhan dinilai belum memadai.

“Program ini sejatinya bertujuan meningkatkan mutu sarana prasarana dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan berbasis digital. Namun yang terjadi di SMP Alkhairaat Desa Dolik, hasilnya jauh dari harapan,” tegas Bambang, Rabu (09/04/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, pembangunan yang dilakukan diduga tidak sesuai dengan standar teknis dan rencana kerja yang seharusnya menjadi acuan. Bahkan, muncul dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi, sehingga memicu kecurigaan adanya penyalahgunaan anggaran yang merugikan negara dan kepentingan pendidikan.

Melihat kondisi tersebut, Bambang mendesak aparat penegak hukum agar tidak bersikap pasif. Ia meminta Polres Halmahera Selatan dan Kejaksaan Negeri Labuha untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan mendalam.

“Polres dan Kejari Halsel jangan tinggal diam. Ini harus diusut tuntas, mulai dari perencanaan, penggunaan material, hingga realisasi fisiknya. Pastikan dana Rp2,7 miliar itu benar-benar dinikmati oleh siswa dan tidak ada yang dikorupsi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, mekanisme program ini mewajibkan setiap sekolah membentuk panitia pembangunan sendiri, dengan kepala sekolah sebagai penanggung jawab utama. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi sangat penting demi menjaga agar dana publik tidak disalahgunakan.

Hingga berita ini dipublish, pihak kepolisian dan kejaksaan masih dalam upaya konfirmasi

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Abdila Moloku

Berita Terkait

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi
Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:47

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Berita Terbaru