Dugaan Korupsi Dana Desa Menguat, Akademisi Desak Kejari Halsel Seret Kades Gumira

- Penulis Berita

Minggu, 5 April 2026 - 12:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kantor Kejari Halmahera Selatan

Foto: Kantor Kejari Halmahera Selatan

HALSEL,Coretansatu.com — Polemik dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Desa (DD) di Desa Gumira, Kecamatan Gane Barat Utara, semakin memanas. Publik mulai mendesak langkah hukum terhadap Kepala Desa (Kades) Samsudin Bang, lantaran anggaran yang mencapai hampir Rp1 miliar per tahun selama periode 2024–2025 dinilai tidak sebanding dengan hasil pembangunan yang nyaris tak terlihat.

Fakta di lapangan menunjukkan, dalam kurun waktu dua tahun tersebut, realisasi fisik hanya berupa pembangunan kantor desa dan renovasi saluran air (got) sepanjang kurang lebih 100 meter. Ironisnya, pembangunan kantor desa yang dibiayai sejak 2024 hingga kini belum rampung, begitu juga dengan renovasi got tahun 2025 yang tak kunjung selesai.

Sorotan paling tajam justru mengarah pada penggunaan alokasi dana ketahanan pangan. Dalam dua tahun, anggaran sekitar Rp320 juta hanya dihabiskan untuk pengadaan dua unit alat sensor kecil dan sebelas pasang sepatu boot. Nilai belanja ini dinilai tidak wajar dan memicu kecurigaan kuat adanya praktik mark-up.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merespons situasi tersebut, Akademisi dari Sekolah Tinggi Agama Islam Alkhairat (STAIA) Labuha, M Faisal Kasim, menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa lagi dibiarkan dan harus segera ditindaklanjuti.

“Jika penggunaan anggaran tidak sebanding dengan hasil di lapangan, maka ini harus ditelusuri. Aparat penegak hukum tidak boleh tinggal diam,” tegas Faisal.

Ia meminta Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari pemeriksaan menyeluruh hingga memanggil pihak-pihak terkait, terutama Kades Samsudin Bang, untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawaban.

Menurutnya, kasus ini menjadi peringatan keras bahwa pengelolaan Dana Desa harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Setiap rupiah yang keluar dari kas negara harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, atau siap-siap menghadapi konsekuensi hukum yang tegas.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi
Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:47

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Berita Terbaru