HALTENG,Coretansatu.com – Suasana buka puasa yang seharusnya penuh khidmat bagi karyawan Muslim di lingkungan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) berubah menjadi kejadian yang mengejutkan dan memicu kemarahan. Takjil yang dibagikan kepada para pekerja justru diduga berisi puluhan ekor belatung, memicu reaksi keras dari para karyawan yang merasa dilecehkan dan diperlakukan tidak manusiawi, Selasa/11/04/2026.
Peristiwa tersebut terjadi saat para karyawan hendak berbuka puasa setelah seharian bekerja pada Selasa 11/04/2026, Soreh hari. Awalnya tak ada yang mencurigakan dari paket takjil yang dibagikan. Namun ketika salah satu karyawan membuka makanan tersebut, ia terkejut melihat puluhan belatung bergerak di dalam hidangan yang seharusnya menjadi santapan pertama untuk berbuka.
Temuan menjijikkan itu dengan cepat menyebar di antara para pekerja. Sejumlah karyawan lain kemudian memeriksa makanan yang mereka terima dan menemukan kondisi serupa. Kejadian itu sontak membuat suasana menjadi gaduh, disertai rasa kecewa, marah, dan jijik dari para karyawan yang merasa hak mereka sebagai pekerja tidak dihargai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa karyawan Muslim yang ditemui mengaku sangat tersinggung dengan kejadian tersebut. Menurut mereka, pemberian takjil dalam kondisi tidak layak konsumsi bukan sekadar persoalan kelalaian, tetapi juga menunjukkan kurangnya perhatian terhadap kebutuhan dasar pekerja, terlebih di momen ibadah seperti bulan suci Ramadan.
“Ini bukan hanya soal makanan basi, tapi soal penghormatan terhadap pekerja yang sedang menjalankan ibadah puasa,” ujar salah satu karyawan yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia menilai kejadian itu sangat memalukan dan tidak pantas terjadi di lingkungan perusahaan besar.
Karyawan juga mempertanyakan sistem pengawasan terhadap penyediaan konsumsi bagi pekerja. Mereka menduga adanya kelalaian serius dari pihak penyedia katering maupun pihak internal perusahaan yang seharusnya memastikan makanan yang dibagikan kepada karyawan dalam kondisi layak dan higienis.
Peristiwa ini pun memicu desakan agar manajemen PT.IWIP segera melakukan investigasi menyeluruh. Para pekerja berharap perusahaan tidak menutup mata terhadap kejadian tersebut dan mengambil langkah tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab.
Selain itu, karyawan juga meminta adanya evaluasi terhadap sistem distribusi makanan bagi pekerja, khususnya selama bulan Ramadan. Mereka menilai kejadian ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kesehatan, martabat pekerja, serta citra perusahaan di mata publik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT.IWIP maupun penyedia konsumsi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan takjil berisi belatung tersebut. Para karyawan kini menunggu klarifikasi dan langkah nyata dari perusahaan agar insiden serupa tidak kembali terulang.
Editor : Editor_Coretansatu
Sumber Berita : Taslim Barakati









