TERNATE,Coretansatu.com– Sejumlah wartawan yang meliput pertandingan BRI Super League antara Malut United kontra PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha Ternate mengalami perlakuan tidak wajar dari seorang pria yang diduga sebagai official tim tuan rumah.
Insiden ini terjadi setelah wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate, Irwan Jailani, mendokumentasikan perjalanan perangkat pertandingan usai laga berakhir imbang.
Irwan langsung diintimidasi dan diminta untuk menghapus sejumlah rekaman video yang dibuatnya. Pria tersebut bahkan meneriakkan, “Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu,” sambil memprovokasi sejumlah suporter yang ada di sekitar lokasi. Tak hanya itu, ia juga meminta stewart untuk mengusir sejumlah wartawan lainnya meskipun mereka telah membawa ID Card resmi dari BRI Super League.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemilik utama Malut United FC, David Glen Oei, yang menyaksikan kejadian tersebut juga ikut menyalahkan wartawan yang berada di lokasi. “Kamu dari mana? Kalau dari Ternate kenapa tidak mendukung kami,” tegas David kepada salah satu wartawan.
Firjal Usdek, pimpinan media Halmahera Post sekaligus Sekretaris Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Maluku Utara yang juga terkena dampak insiden ini, mengaku sangat kecewa. Menurutnya, keberadaan jurnalis di lokasi tribun sepenuhnya sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kami di tribun menggunakan ID Card yang lengkap, kami juga tidak keluar batas,” jelas Firjal. Ia menegaskan, tindakan intimidasi dan permintaan penghapusan rekaman video oleh pihak official Malut United bertentangan dengan ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
“Kami sangat kecewa atas tindakan yang kami terima malam hari ini,” ucap dengan tegas.
Pertandingan yang menghadirkan Malut United sebagai tuan rumah berakhir dengan skor imbang tanpa gol terhadap PSM Makassar.
Editor : Admin Coretansatu.com









