Polemik Panas Bumi Danau Ranu: Ancaman Ekologis di Balik Kepentingan Geopolitik Energi

- Penulis Berita

Jumat, 27 Februari 2026 - 18:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: PT Ormat Geothermal Indonesia

Foto: PT Ormat Geothermal Indonesia

HALBAR,Coretansatu.com – Penetapan PT Ormat Geothermal Indonesia (OGI) sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Danau Ranu/Talaga Rano di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, telah memicu polemik serius di tengah publik.

Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 8.K/EK.04/MEM.E/2026 yang ditandatangani pada 12 Februari 2026 oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi.

Sorotan publik semakin kuat setelah diketahui PT OGI merupakan anak usaha dari Ormat Technologies Inc, perusahaan panas bumi global yang didirikan tahun 1965 di Yavne, Israel. Fakta ini dinilai bertentangan dengan sikap politik luar negeri Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar urusan bisnis energi. Keuntungan proyek ini berpotensi mengalir ke perusahaan global yang berakar dari Israel, negara yang selama ini melakukan penindasan terhadap rakyat Palestina. Pemerintah seharusnya peka terhadap implikasi etis dan politik dari kebijakan ini,” tegas Irsandi Hidayat, Direktur Jaringan Pemantauan Independen Kehutanan (JPIK) Maluku Utara, pada Minggu (28/2/2026).

Selain isu geopolitik, kekhawatiran juga muncul dari sisi lingkungan. Talaga Rano merupakan kawasan ekologis penting dengan jaringan anak sungai yang rapat dan berfungsi sebagai penyangga kehidupan masyarakat sekitar. Berlokasi pada ketinggian 545 hingga 1.000 mdpl dan berjarak kurang lebih 5,96 kilometer dari pesisir, kawasan ini sangat rentan terhadap pencemaran lintas ekosistem.

Risiko yang mengintai antara lain pencemaran air tanah dan laut akibat limbah geothermal, kerusakan terumbu karang, serta penurunan kualitas udara dari pelepasan gas seperti hidrogen sulfida (H₂S).

Tak hanya itu, Talaga Rano juga merupakan wilayah adat Masyarakat Wayoli/Suku Sahu yang telah mengelola kawasan ini secara lestari turun-temurun sebagai sumber air bersih, lahan pertanian, dan ruang budaya. Proyek yang mencakup sekitar 97,81 hektare dari total kawasan hutan seluas 16.650 hektare (yang juga ditetapkan sebagai hutan lindung) dinilai berpotensi membatasi akses masyarakat adat terhadap sumber daya alam, menggerus legitimasi hukum adat, dan memicu konflik sosial.

JPIK menegaskan bahwa laba PT OGI akan dikonsolidasikan ke perusahaan induk di Israel, yang dinilai kontradiktif dengan posisi moral Indonesia di panggung internasional. Kini, polemik WKP Talaga Rano menjadi ujian serius bagi konsistensi kebijakan energi nasional, komitmen perlindungan lingkungan, serta keberpihakan negara terhadap masyarakat adat dan prinsip keadilan global.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Formapas Malut Desak Satgas PKH Tindak Tegas Aktivitas Tambang Yang Melakukan Kerusakan Lingkungan di Pulau Taliabu.
Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi
Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 05:49

Formapas Malut Desak Satgas PKH Tindak Tegas Aktivitas Tambang Yang Melakukan Kerusakan Lingkungan di Pulau Taliabu.

Minggu, 19 April 2026 - 14:47

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Jumat, 17 April 2026 - 09:45

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Berita Terbaru