Proyek Drainase Siluman Di Desa Kobe, Dikerjakan Tanpa Papan Proyek, Tanpa RAB, Bau Korupsi Menyengat

- Penulis Berita

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek Siluman Di Kobe

Proyek Siluman Di Kobe

Halteng,Coretansatu.com — Proyek pembangunan drainase di ruas jalan Desa Kobe, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, diduga kuat bermasalah. Proyek yang tengah dikerjakan itu tidak dilengkapi papan informasi proyek, sehingga publik tidak mengetahui sumber anggaran, nilai proyek, kontraktor pelaksana, maupun instansi pengawasnya.

Ketiadaan papan proyek tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa pembangunan drainase ini merupakan proyek siluman yang sarat penyimpangan. Di tengah gencarnya pemerintah mengampanyekan transparansi anggaran, proyek ini justru seolah berjalan dalam kegelapan tanpa kejelasan administratif.

Keanehan proyek semakin mencuat setelah Bas proyek bernama Ramli mengungkapkan fakta mencengangkan. Kepada awak media, Ramli mengaku bahwa pekerjaan drainase sepanjang kurang lebih 600 meter itu dikerjakan tanpa berpedoman pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun gambar teknis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ramli, selama proses pengerjaan berlangsung, pekerjaan dilakukan seadanya tanpa acuan teknis yang jelas. Ia bahkan menyebut bahwa kualitas pekerjaan sepenuhnya bergantung pada perkiraan di lapangan, bukan pada standar konstruksi yang semestinya.

Lebih parah lagi, Ramli mengaku tidak mengetahui siapa kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Ia juga tidak mengetahui proyek itu berada di bawah pengawasan dinas atau instansi mana, sehingga tanggung jawab pekerjaan menjadi kabur dan sulit dipertanggungjawabkan.

Pernyataan Ramli berbanding terbalik dengan keterangan salah seorang pekerja yang bertugas mengangkut air di lokasi proyek. Pekerja tersebut menyebut bahwa pembangunan drainase itu berada di bawah pengawasan Balai Provinsi Maluku Utara, meskipun tidak dapat menunjukkan bukti administratif apa pun.

Proyek Drenase Di Desa Kobe

Perbedaan keterangan antara pihak lapangan ini semakin memperkuat dugaan bahwa proyek drainase Desa Kobe dijalankan tanpa mekanisme pengawasan yang jelas. Kondisi ini membuka ruang besar bagi praktik penyimpangan anggaran dan pengerjaan asal-asalan.

Publik pun mulai mempertanyakan keberadaan proyek tersebut. Mereka mendesak aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh, sebelum proyek bermasalah ini menimbulkan kerugian negara dan dampak buruk bagi warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas proyek drainase tersebut belum berhasil dikonfirmasi. Tidak adanya kejelasan kontraktor, pengawas, dan dasar perencanaan proyek semakin menguatkan dugaan bahwa pembangunan drainase di Desa Kobe menyimpan persoalan serius yang patut diusut tuntas.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Kasus Tambang Ilegal Obi Masuk Tahap II, Ratusan Karung Material Emas Diserahkan ke Jaksa
Perkuat Kamtibmas, Kapolda Malut Silaturahmi ke Sultan Tidore
Kapolresta Tidore Sebut Arahan Kapolda Malut Jadi Pedoman dan Motivasi Personel di Lapangan
Pilkada Halsel 2031: Menguji Identitas Politik Ananta Risky di Bawah Bayang-Bayang Nama Besar Usman Sidik
Lakukan Maladministrasi, GMNI Minta Bupati Halsel Copot Kades Kaputusan
Gunakan Sertifikat Rumah Warga, Suratin Hukum Terancam Dipolisikan
Lobi Pusat Jadi Kunci, Nazla Tunjukkan Cara Bangun Daerah di Tengah Efisiensi Anggaran
BPK Bongkar Potensi PAD Halmahera Tengah: Dari Reklame Liar Lelilef hingga Pajak Raksasa PLTU Kawasan Industri

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:31

Kasus Tambang Ilegal Obi Masuk Tahap II, Ratusan Karung Material Emas Diserahkan ke Jaksa

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:46

Perkuat Kamtibmas, Kapolda Malut Silaturahmi ke Sultan Tidore

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:18

Kapolresta Tidore Sebut Arahan Kapolda Malut Jadi Pedoman dan Motivasi Personel di Lapangan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:35

Pilkada Halsel 2031: Menguji Identitas Politik Ananta Risky di Bawah Bayang-Bayang Nama Besar Usman Sidik

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:32

Gunakan Sertifikat Rumah Warga, Suratin Hukum Terancam Dipolisikan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:28

Lobi Pusat Jadi Kunci, Nazla Tunjukkan Cara Bangun Daerah di Tengah Efisiensi Anggaran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:35

BPK Bongkar Potensi PAD Halmahera Tengah: Dari Reklame Liar Lelilef hingga Pajak Raksasa PLTU Kawasan Industri

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:53

Begal Hasil Tender Proyek MIN Halbar Rp3,6 M: Kakanwil dan Keponakannya Akal-Akali E-Katalog Demi Akomodir Kerabat

Berita Terbaru

Maluku Utara

Perkuat Kamtibmas, Kapolda Malut Silaturahmi ke Sultan Tidore

Kamis, 13 Agu 2026 - 11:46