Halteng,Coretansatu.com — Proyek pembangunan drainase di ruas jalan Desa Kobe, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, diduga kuat bermasalah. Proyek yang tengah dikerjakan itu tidak dilengkapi papan informasi proyek, sehingga publik tidak mengetahui sumber anggaran, nilai proyek, kontraktor pelaksana, maupun instansi pengawasnya.
Ketiadaan papan proyek tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa pembangunan drainase ini merupakan proyek siluman yang sarat penyimpangan. Di tengah gencarnya pemerintah mengampanyekan transparansi anggaran, proyek ini justru seolah berjalan dalam kegelapan tanpa kejelasan administratif.
Keanehan proyek semakin mencuat setelah Bas proyek bernama Ramli mengungkapkan fakta mencengangkan. Kepada awak media, Ramli mengaku bahwa pekerjaan drainase sepanjang kurang lebih 600 meter itu dikerjakan tanpa berpedoman pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun gambar teknis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Ramli, selama proses pengerjaan berlangsung, pekerjaan dilakukan seadanya tanpa acuan teknis yang jelas. Ia bahkan menyebut bahwa kualitas pekerjaan sepenuhnya bergantung pada perkiraan di lapangan, bukan pada standar konstruksi yang semestinya.
Lebih parah lagi, Ramli mengaku tidak mengetahui siapa kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Ia juga tidak mengetahui proyek itu berada di bawah pengawasan dinas atau instansi mana, sehingga tanggung jawab pekerjaan menjadi kabur dan sulit dipertanggungjawabkan.
Pernyataan Ramli berbanding terbalik dengan keterangan salah seorang pekerja yang bertugas mengangkut air di lokasi proyek. Pekerja tersebut menyebut bahwa pembangunan drainase itu berada di bawah pengawasan Balai Provinsi Maluku Utara, meskipun tidak dapat menunjukkan bukti administratif apa pun.

Perbedaan keterangan antara pihak lapangan ini semakin memperkuat dugaan bahwa proyek drainase Desa Kobe dijalankan tanpa mekanisme pengawasan yang jelas. Kondisi ini membuka ruang besar bagi praktik penyimpangan anggaran dan pengerjaan asal-asalan.
Publik pun mulai mempertanyakan keberadaan proyek tersebut. Mereka mendesak aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh, sebelum proyek bermasalah ini menimbulkan kerugian negara dan dampak buruk bagi warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas proyek drainase tersebut belum berhasil dikonfirmasi. Tidak adanya kejelasan kontraktor, pengawas, dan dasar perencanaan proyek semakin menguatkan dugaan bahwa pembangunan drainase di Desa Kobe menyimpan persoalan serius yang patut diusut tuntas.
Editor : Editor_Coretansatu
Sumber Berita : Taslim Barakati









