Kasus DBH Kawasi Mandek, FAM Malut Desak Kapolda Mundur dari Jabatan 

- Penulis Berita

Selasa, 23 Desember 2025 - 06:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Aksi Jilid II FAM Maluku Utara

Foto: Aksi Jilid II FAM Maluku Utara

TERNATE,Coretansatu.com — Integritas penegakan hukum lingkungan di Polda Maluku Utara kini benar-benar berada di ujung tanduk. Pasalnya, meski dugaan korupsi Dana Bagi Hasil (DBH) Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, telah ditangani aparat sejak Juli 2025, hingga kini kasus tersebut tak kunjung menunjukkan kejelasan.

Kemandekan penanganan perkara itu memicu Front Aksi Malut kembali turun ke jalan. Setelah sebelumnya menggelar aksi di Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, massa kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid II pada Senin (22/12/2025).

Kali ini, tuntutan mereka lebih keras dan menyita perhatian publik: Kapolda Maluku Utara, Irjen Waris Agono, diminta mundur dari jabatannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut massa aksi, kasus dugaan korupsi DBH Kawasi sejatinya telah resmi ditangani Polda Maluku Utara melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), sebagaimana tertuang dalam Surat Nomor B/639/VII/2025/Ditreskrimsus tertanggal Juli 2025. Namun, hingga kini penanganannya terkesan mengendap tanpa perkembangan berarti.

Padahal, Desa Kawasi tercatat sebagai salah satu penerima DBH terbesar dari total 249 desa di Kabupaten Halmahera Selatan. Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, sejak 2022 hingga 2025, desa ini diperkirakan menerima DBH dengan nilai fantastis, mencapai sekitar Rp15 miliar.

Ironisnya, kucuran dana besar tersebut tidak berbanding lurus dengan kondisi riil di lapangan. Infrastruktur desa stagnan, pelayanan publik minim, dan program pemberdayaan masyarakat nyaris tak terasa. Fakta ini memunculkan dugaan kuat adanya praktik korupsi yang menyeret Kepala Desa Kawasi, Arifin Saroa.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan (Korlap) Front Aksi Malut, Asyadi, menegaskan bahwa lambannya penanganan kasus ini berpotensi mencoreng marwah institusi kepolisian di Maluku Utara.

“Jangan hanya karena kepentingan oknum tertentu, marwah institusi Kepolisian Maluku Utara dikorbankan. Sebagai pimpinan tertinggi di Polda Malut yang menaungi sepuluh kabupaten/kota, jika sudah tidak mampu menjaga kepercayaan publik, sebaiknya mundur,” tegas Asyadi.

Tak hanya itu, massa aksi juga menyoroti slogan pemberantasan korupsi yang kerap digaungkan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara namun dinilai belum sejalan dengan tindakan nyata di lapangan.

“Ini hanya soal kepala desa yang terseret dugaan korupsi DBH. Tapi kenapa aparat penegak hukum terkesan bungkam? Di mana slogan pemberantasan korupsi yang selama ini digaungkan?” sentil Asyadi.

Meski demikian, Front Aksi Malut menegaskan tidak akan berhenti sampai di sini. Mereka memastikan akan kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid III sebagai bentuk tekanan agar penegakan hukum benar-benar berjalan dan praktik korupsi tidak terus dibiarkan.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Kasus Tambang Ilegal Obi Masuk Tahap II, Ratusan Karung Material Emas Diserahkan ke Jaksa
Perkuat Kamtibmas, Kapolda Malut Silaturahmi ke Sultan Tidore
Kapolresta Tidore Sebut Arahan Kapolda Malut Jadi Pedoman dan Motivasi Personel di Lapangan
Pilkada Halsel 2031: Menguji Identitas Politik Ananta Risky di Bawah Bayang-Bayang Nama Besar Usman Sidik
Lakukan Maladministrasi, GMNI Minta Bupati Halsel Copot Kades Kaputusan
Gunakan Sertifikat Rumah Warga, Suratin Hukum Terancam Dipolisikan
Lobi Pusat Jadi Kunci, Nazla Tunjukkan Cara Bangun Daerah di Tengah Efisiensi Anggaran
BPK Bongkar Potensi PAD Halmahera Tengah: Dari Reklame Liar Lelilef hingga Pajak Raksasa PLTU Kawasan Industri

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:31

Kasus Tambang Ilegal Obi Masuk Tahap II, Ratusan Karung Material Emas Diserahkan ke Jaksa

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:46

Perkuat Kamtibmas, Kapolda Malut Silaturahmi ke Sultan Tidore

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:18

Kapolresta Tidore Sebut Arahan Kapolda Malut Jadi Pedoman dan Motivasi Personel di Lapangan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:35

Pilkada Halsel 2031: Menguji Identitas Politik Ananta Risky di Bawah Bayang-Bayang Nama Besar Usman Sidik

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:32

Gunakan Sertifikat Rumah Warga, Suratin Hukum Terancam Dipolisikan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:28

Lobi Pusat Jadi Kunci, Nazla Tunjukkan Cara Bangun Daerah di Tengah Efisiensi Anggaran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:35

BPK Bongkar Potensi PAD Halmahera Tengah: Dari Reklame Liar Lelilef hingga Pajak Raksasa PLTU Kawasan Industri

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:53

Begal Hasil Tender Proyek MIN Halbar Rp3,6 M: Kakanwil dan Keponakannya Akal-Akali E-Katalog Demi Akomodir Kerabat

Berita Terbaru

Maluku Utara

Perkuat Kamtibmas, Kapolda Malut Silaturahmi ke Sultan Tidore

Kamis, 13 Agu 2026 - 11:46