Morotai,Coretansatu.com – Pembangunan jaringan irigasi di Desa Aha melalui program inpres tahap 3, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, kembali menjadi sorotan publik. Namun berbeda dari isu yang beredar sebelumnya, hasil penelusuran terbaru menunjukkan bahwa proyek senilai puluhan miliar tersebut dinilai telah berjalan sesuai ketentuan teknis yang ditetapkan pemerintah.
Informasi ini diperoleh setelah sejumlah pihak terkait, termasuk konsultan pengawas dan pejabat dinas teknis, memberikan klarifikasi resmi mengenai standar pekerja, tahapan konstruksi, dan dokumen pendukung yang digunakan dalam pembangunan irigasi tersebut.
Direksi Teknis pembangunan inpres tahap III, Sudirman Thalib, ST menjelaskan bahwa seluruh tahapan pembangunan mengacu pada pedoman pelaksanaan pekerjaan dari Kementerian PUPR, termasuk tahapan pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi, tahapan Murtual check di lapangan terhadap existing bangunan, sebelum pekerjaan dilapangan dimulai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut konsultan pengawas proyek, desain teknis irigasi telah dirumuskan melalui serangkaian survei awal yang mencakup pengukuran topografi, kondisi tanah, debit air, serta kebutuhan lahan. Semua dokumen tersebut diklaim telah diverifikasi sebelum konstruksi dilaksanakan.
Terkait material konstruksi yang digunakan, pihak kontraktor memastikan bahwa seluruh bahan, termasuk agregat dan material pendukung lainnya, dipasok dari sumber yang legal dan telah memenuhi standar mutu sesuai spesifikasi pekerjaan.
Kontraktor juga menyebutkan bahwa pengawasan lapangan dilakukan secara berkala untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan mengikuti gambar teknis, RAB, dan standar keselamatan kerja, sekaligus mencegah terjadinya penyimpangan selama proses pelaksanaan.
Masyarakat setempat yang sempat mempertanyakan keabsahan pembangunan kini mengaku mendapat penjelasan dari pihak pelaksana proyek. Mereka berharap proyek ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian di wilayah tersebut.
Proyek inpres tahap 3 rehabilitasi jaringan irigasi di Aha sendiri merupakan salah satu program prioritas untuk memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas lahan persawahan. Irigasi yang memadai diharapkan mampu mendukung petani dalam mengelola lahan secara optimal sepanjang tahun.
Dengan adanya klarifikasi dan pemaparan resmi dari pihak teknis dan pelaksana, pemerintah daerah berharap isu yang berkembang dapat diluruskan, sehingga fokus utama masyarakat kembali pada manfaat pembangunan irigasi yang ditargetkan selesai dalam waktu dekat.
Editor : Editor_Coretansatu









