Proyek Pagar SDN 45 Halmahera Selatan Diduga Asal Jadi, Ketua SEMMI Malut Desak APH Periksa Kontraktor

- Penulis Berita

Kamis, 30 Oktober 2025 - 11:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Papan proyek pembangunan Pagar Sekolah

Foto: Papan proyek pembangunan Pagar Sekolah

HALSEL,Coretansatu.com —Proyek pembangunan pagar SD Negeri 45 Halmahera Selatan di Desa Toin, Kecamatan Botang Lomang, menjadi sorotan publik setelah ditemukan adanya indikasi kualitas pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.

Proyek yang yang di kerjakan oleh CV. M. Nazwiberkah ini sejatinya bertujuan memperindah lingkungan sekolah dan meningkatkan keamanan bagi para siswa. Namun, hasil di lapangan justru menimbulkan tanda tanya besar.

Hal ini disampaikan oleh warga setempat bahwa pagar yang dibangun sepanjang sekitar 82 meter itu terkesan dikerjakan asal-asalan, dengan material yang diduga di bawah standar serta pondasi yang terlalu dangkal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami kecewa dan mendesak agar Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan turun tangan meninjau langsung kondisi pagar tersebut. Mereka menilai lemahnya pengawasan menjadi pintu masuk bagi praktik-praktik pelanggaran dalam pelaksanaan proyek.

“Pemerintah harus lebih selektif menunjuk kontraktor. Ini fasilitas pendidikan, bukan proyek coba-coba,” ujar salah satu warga, Rabu (29/10/2025).

Menanggapi sorotan tersebut, pihak CV. M. Nazwiberkah melalui konfirmasi via WhatsApp membantah tudingan adanya penyimpangan. Ia menegaskan pekerjaan dilakukan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan selalu berada dalam pengawasan Dinas Pendidikan. “Kami kerja sesuai dokumen dan arahan dinas, tidak ada yang dilanggar,” katanya.

Kontraktor itu juga menjelaskan bahwa panjang pagar sudah sesuai dengan perencanaan, yakni 68 meter di bagian depan dan 14 meter di sisi samping sekolah. Ia bahkan menantang pihak-pihak yang meragukan hasil pekerjaan untuk melakukan pengukuran ulang. “Silakan ukur di lapangan, pasti sesuai,” tegasnya.

Namun, pernyataan itu tidak meredam kecurigaan publik. Warga menilai, jika proyek benar dikerjakan sesuai RAB, maka hasil fisik seharusnya lebih kokoh dan rapi. Fakta di lapangan yang menunjukkan kualitas rendah justru memperkuat dugaan adanya kelalaian, baik dari pihak kontraktor maupun pengawasan dinas terkait.

Sorotan tajam juga datang dari Ketua Serikat Mahasiswi Muslim Indonesia ( SEMMI ) Malut, yang menilai proyek tersebut patut diperiksa secara menyeluruh oleh aparat penegak hukum. “Kami mendesak APH segera turun mengaudit proyek pagar SDN 45. Jangan biarkan uang negara dihamburkan tanpa hasil,” ujar Sarjan Hi Rivai.

Menurut Sarjan, setiap proyek yang menyangkut fasilitas publik, apalagi sekolah dasar, harus dikerjakan dengan penuh tanggung jawab. “Kalau sudah menyangkut anak-anak dan pendidikan, tidak ada alasan untuk main-main. Bila terbukti asal kerja, kontraktornya harus diproses hukum,” tambahnya.

Kasus proyek pagar SDN 45 ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah agar memperketat sistem pengawasan dan menegakkan akuntabilitas publik. Transparansi dan integritas pelaksanaan proyek menjadi kunci untuk menghindari pemborosan anggaran serta memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai
Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 09:45

Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Jumat, 17 April 2026 - 02:06

Transformasi Ekonomi dari Desa, Wayamiga Mulai Tanam Jahe Lewat Demplot TEKAD

Berita Terbaru