Anggaran DAK PUPR Malut Dipertanyakan, Proyek Jalan dan Irigasi Terindikasi Bermasalah 

- Penulis Berita

Minggu, 19 Oktober 2025 - 11:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE,Coretansatu.com– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Maluku Utara (Malut) kembali melancarkan kritik pedas terhadap kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Malut terkait tujuh proyek prioritas tahun 2024. GPM mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan mengusut tuntas dugaan praktik korupsi yang merugikan negara dan masyarakat.

Ketua DPD GPM Malut, Sartono Halek, dengan nada berapi-api menyatakan bahwa tujuh proyek yang didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut terindikasi kuat bermasalah sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan jalan di Sanana, Payahe, Saketa, dan Kao, serta proyek irigasi di Aha (Morotai), Weda, dan Gane Timur.

“Kami tidak ingin Maluku Utara menjadi sarang korupsi! APH harus segera bertindak, jangan biarkan para koruptor merajalela dan menghancurkan masa depan daerah ini,” seru Sartono.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

GPM menuding adanya sejumlah kejanggalan dalam proyek-proyek tersebut, seperti perencanaan yang amburadul, anggaran yang membengkak tanpa alasan jelas, penggunaan material berkualitas rendah, serta pelaksanaan proyek yang asal-asalan. Akibatnya, kualitas pembangunan menjadi buruk dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Sartono menambahkan, “Kami punya bukti-bukti kuat terkait dugaan korupsi ini. Jika APH tidak segera bertindak, kami akan turun ke jalan dengan massa yang lebih besar untuk menuntut keadilan!”

Sementara itu, mantan Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Malut, Sofyan Kamarulla, yang saat itu menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait tujuh proyek prioritas tersebut, menjawab singkat bahwa proyek-proyek tersebut dilanjutkan.

Ia pun menjelaskan, bahwa tujuh program prioritas tersebut meliputi empat ruas jalan, yaitu:

1. Ruas jalan di Sanana

2. Ruas jalan di Payahe

3. Ruas jalan di Saketa

4. Ruas jalan di Kao

Selain itu, terdapat tiga kegiatan irigasi, yaitu:

1. Irigasi di Aha, Morotai

2. Irigasi di Weda

3. Irigasi di Gane Timur

Ketika ditanya mengenai total anggaran yang dialokasikan untuk tujuh proyek tersebut dan apakah sudah terealisasi sepenuhnya, ia justru mengarahkan wartawan untuk datang ke Kantor Dinas PUPR Malut. “Ada waktu ke kantor da,” Pungkasnya.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi
Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:47

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Berita Terbaru