Ternate, Coretansatu.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ternate terus memperkuat komitmennya dalam peningkatan kualitas layanan rehabilitasi sosial bagi Warga Binaan penyalahguna narkotika. Hal ini ditandai dengan kunjungan tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Lembaga Rehabilitasi Mitra Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku Utara (BNNP Malut) pada Kamis, (9/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di ruang pembinaan Lapas Ternate tersebut dihadiri oleh jajaran petugas Lapas, di antaranya Kepala Subseksi Registrasi, Aqbar Mansur, serta Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Presley Yosevin. Turut hadir pula tim pelaksana program rehabilitasi sosial yang berkolaborasi dengan BNNP Malut.
Mewakili Kepala Lapas Ternate, Faozul Ansori, Aqbar Mansur menyampaikan apresiasi atas pendampingan dan dukungan yang diberikan oleh BNNP Malut dalam upaya memperkuat efektivitas program rehabilitasi di lingkungan Lapas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berterima kasih atas kunjungan dan evaluasi dari BNNP Malut. Hasil dari kegiatan Monev ini menjadi masukan penting untuk memperbaiki dan memperkuat pelaksanaan program rehabilitasi sosial, agar pelayanan bagi Warga Binaan semakin optimal dan berkesinambungan,” ujar Aqbar Mansur.
Sementara itu, Ketua Tim Monev BNNP Malut, Ardiyanti A. Dero, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin BNN untuk memastikan pelaksanaan standar layanan rehabilitasi di seluruh lembaga mitra berjalan sesuai ketentuan.
“Monitoring dan evaluasi ini dilakukan guna menilai sejauh mana penerapan standar layanan rehabilitasi sosial di Lapas, serta memperkuat sinergi antara BNN dan lembaga pemasyarakatan dalam mendukung proses pemulihan bagi Warga Binaan,” ungkap Ardiyanti.
Kegiatan berlangsung tertib dan produktif, diakhiri dengan sesi diskusi serta peninjauan langsung terhadap pelaksanaan program rehabilitasi sosial di dalam Lapas. Melalui Monev ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara Lapas Ternate dan BNNP Malut untuk menghadirkan pembinaan yang lebih humanis, terukur, serta berdampak nyata terhadap proses pemulihan dan reintegrasi sosial para Warga Binaan.
Langkah sinergis tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan sistem rehabilitasi yang tidak hanya menekan angka penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas, tetapi juga membantu membangun kembali kualitas hidup Warga Binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan mental dan moral yang lebih baik
Editor : Admin Coretansatu.com
Sumber Berita : Riski








