HALSEL,Coretansatu.Com — Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) digelar dengan khidmat pada Minggu, 5 Oktober 2025, di Lapangan Kodim 1509/Labuha, Jalan Sapta Marga, Desa Kampung Makian, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan. Upacara dimulai pukul 08.20 WIT dengan mengusung tema nasional “TNI Prima – TNI Rakyat – Indonesia Maju.”
Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Ia memimpin jalannya prosesi dengan penuh wibawa dan membacakan amanat Panglima TNI di hadapan peserta upacara dan tamu undangan.
Sejumlah pejabat penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, Kapolres Halsel AKBP Hendra Gunawan, Kajari Halsel Ahmad Patoni SH.MM, Kasdim 1509/Labuha Mayor Inf M. Ikbal, serta Ketua DPRD Ny. Salma Samad. Hadir pula Kepala Pengadilan Labuha, Sekda Halsel Safiun Radjulan, Wakapolres KOMPOL Azis Ibrahim Muamar, Danki 2 Brimob IPDA Man Arfah, Dansub POM Bacan Lettu CPM Edi Kadir, para pimpinan OPD, perwira TNI-Polri, dan sekitar 300 tamu undangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasukan upacara terdiri dari enam SST, masing-masing dari Kodim 1509/Labuha, Yonif 732/Banau, Polres Halsel, Kompi Brimob Bacan, Satpol PP Pemda Halsel, serta Pramuka Kabupaten Halmahera Selatan.
Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan umum kepada inspektur upacara, dilanjutkan laporan komandan upacara dan pemeriksaan pasukan. Suasana hening menyelimuti lapangan saat seluruh peserta mengikuti mengheningkan cipta yang dipimpin langsung oleh Bupati.
Pengucapan Sapta Marga menjadi bagian penting dari prosesi, dilanjutkan pembacaan amanat Panglima TNI oleh Bupati sebagai inspektur. Setelah itu, lagu kebangsaan “Andhika Bhayangkari” dikumandangkan untuk meneguhkan semangat pengabdian para prajurit.

Dalam amanat Panglima TNI, ditegaskan bahwa tema peringatan tahun ini mencerminkan TNI yang profesional, adaptif, modern, dan selalu hadir untuk rakyat. Ditekankan pula bahwa TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara.
Panglima juga memberikan penekanan kepada prajurit dan PNS TNI agar memperkokoh keimanan, meningkatkan soliditas, menjaga kemanunggalan TNI dan rakyat, serta bijak dalam bermedia sosial. Pelaksanaan tugas harus dilandasi keikhlasan dan menghindari segala bentuk pelanggaran hukum.
Di sela amanat, disampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TNI atas integritas dan dedikasinya hingga tetap dipercaya rakyat Indonesia. Namun, Panglima mengingatkan agar tidak terlena dan terus memperkuat peran TNI sebagai benteng terakhir negara.
Setelah laporan penutup dan penghormatan akhir, upacara resmi dinyatakan selesai. Acara dilanjutkan dengan hiburan dan kegiatan tambahan, termasuk penampilan organ tunggal dan lagu kebangsaan oleh Persit, tari-tarian, penampilan anak-anak TK Kartika, dan pemotongan tumpeng.
Momentum HUT ke-80 TNI ini juga diwarnai pemberian santunan kepada warakawuri sebagai bentuk penghormatan kepada para keluarga pahlawan bangsa yang telah berjasa dalam sejarah TNI.
Sebagai penutup, sesi foto bersama dilakukan antara pejabat, tamu undangan, prajurit, dan keluarga besar TNI. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pukul 10.40 WIT dalam keadaan aman, tertib, dan penuh kebersamaan.
Peringatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang TNI dalam menjaga kedaulatan negara. Tema “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju” menggambarkan tekad memperkuat profesionalisme, sinergi dengan rakyat, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Editor : Admin.Coretansatu
Sumber Berita : Taslim Barakati









