HALSEL,Coretansatu.com – Kondisi Pelabuhan Laut Yaba, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menuai sorotan tajam. Pelabuhan yang dibangun pada 2018 tersebut diduga tidak lagi difungsikan dan dirawat sebagaimana mestinya, hingga sejumlah fasilitas vital di dalam kawasan pelabuhan kini dilaporkan mengalami kerusakan parah, Jumat/14/08/2026.
Berdasarkan pantauan media ini di lokasi, kondisi sejumlah sarana dan prasarana Pelabuhan Laut Yaba terlihat memprihatinkan. Salah satu fasilitas yang menjadi sorotan adalah mesin pembangkit listrik yang tampak mengalami kerusakan total dan tidak dapat difungsikan untuk menunjang aktivitas pelabuhan.
Kerusakan tersebut bukan sekadar persoalan fasilitas teknis. Pembangkit listrik merupakan bagian penting dari infrastruktur penunjang operasional pelabuhan. Jika dibiarkan dalam kondisi rusak tanpa pemeliharaan, fasilitas negara yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah berpotensi semakin mengalami kerusakan dan kehilangan fungsi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan serius mengenai pengawasan dan pemeliharaan fasilitas Pelabuhan Laut Yaba. Sebab, keberadaan fasilitas tersebut berada dalam lingkup pengelolaan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Babang yang memiliki tanggung jawab terhadap penyelenggaraan dan pengelolaan kepelabuhanan sesuai kewenangannya.
Sorotan pun mengarah kepada Kepala UPP Kelas II Babang, Idham A. Basir, S.T. Masyarakat mempertanyakan sejauh mana pengawasan dilakukan terhadap fasilitas Pelabuhan Laut Yaba, termasuk apakah terdapat agenda pemeliharaan, pemeriksaan berkala, maupun langkah perbaikan terhadap pembangkit listrik yang kini terlihat rusak total.
Warga Desa Yaba menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Menurut mereka, fasilitas pelabuhan yang telah dibangun pemerintah seharusnya dijaga dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, bukan justru terbengkalai hingga mengalami kerusakan.
Lebih jauh, masyarakat meminta Kementerian Perhubungan maupun instansi terkait melakukan evaluasi terhadap kondisi Pelabuhan Laut Yaba dan kinerja pengelolaannya. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan tidak ada fasilitas negara yang dibiarkan rusak tanpa kejelasan penanganan dan pertanggungjawaban.
Jika benar kerusakan fasilitas tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang memadai, maka persoalan ini patut menjadi perhatian serius. Jangan sampai aset negara yang dibangun dengan biaya besar justru berakhir menjadi bangunan dan fasilitas terbengkalai karena lemahnya pengawasan dan pemeliharaan.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya memperoleh klarifikasi dari Kepala UPP Kelas II Babang, Idham A. Basir, S.T.,.
Editor : Coretan_satu
Sumber Berita : Taslim B








