Diduga Ada Pembiaran, Tambang Emas Ilegal di Kusubibi Tetap Eksis di Depan Mata 

- Penulis Berita

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Lokasi Tambang emas kusubibi

Foto: Lokasi Tambang emas kusubibi

HALSEL,Coretansatu.com– Praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin, PETI, di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, masih berlangsung. Salah satu titik yang terpantau aktif berada di Desa Kusubibi.

Padahal Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk menindak tegas pelaku tambang ilegal hingga oknum yang membekingi.

“Perintah ini berlaku bagi seluruh jajaran kepolisian untuk memberantas pelaku kejahatan pertambangan dan pelindungnya guna melindungi lingkungan, masyarakat, serta negara dari kerugian besar,” tegas Sigit dalam unggahan akun Instagram @sahabatpropam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun hingga Sabtu (25/7/2026), belum ada tindakan hukum terlihat di lokasi Kusubibi. Pantauan di lapangan sejak Kamis (23/7/2026) menunjukkan aktivitas tambang masih berjalan tanpa pengawasan. Sejumlah orang yang diduga anggota Polri juga terlihat keluar-masuk lokasi.

Hasil investigasi media ini, menemukan 5 nama pengusaha yang beraktivitas di lokasi tersebut. Inisialnya: Serly, Abdan, Gensa, Usman, dan Ayani.

Menurut keterangan sumber di lokasi, Serly disebut sebagai pemasok sianida dan merkuri secara ilegal untuk pengolahan biji emas. Kelima pengusaha itu juga mengoperasikan alat berupa tromol, bak rendaman, dan lubang terowongan.

Sianida dan merkuri merupakan bahan berbahaya yang penggunaannya tanpa izin melanggar UU Minerba dan UU Lingkungan Hidup.

Maraknya PETI di Halsel menimbulkan tanda tanya terhadap komitmen penegakan hukum di daerah. Instruksi Kapolri dinilai belum dijalankan di wilayah hukum Polres Halmahera Selatan.

Beredar dugaan adanya pembekingan oknum tertentu sehingga aktivitas tambang ilegal berlangsung di depan umum.

Komisioner Kompolnas M. Chairul Anam yang dikonfirmasi terkait dugaan ketidakpatuhan Kapolda Maluku Utara dan Kapolres Halsel atas instruksi Kapolri, belum memberikan tanggapan. Konfirmasi dikirim melalui pesan WhatsApp, Sabtu (25/7/2026).

Hingga berita ini di publish awak media masih berupaya mengonfirmasi Polres Halmahera Selatan dan Polda Maluku Utara untuk mendapatkan penjelasan resmi.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Detik-Detik Menegangkan, Toko Pakaian Rahman di Bastiong Nyaris Hangus Terbakar!
Dugaan Pelanggaran Hukum di Kusu Island Resort, Pengelola WNA Hindari Konfirmasi Wartawan
Aktivitas Rendaman Sianida Ilegal Kusubibi Berjalan Mulus, Seret Tiga Nama Oknum Polisi di Halsel
Hanya Karena Tulisan “K3 Konstruksi”, Pokja III Maluku Utara Gugurkan Peserta Tender
Saling Lempar Tanggung Jawab, Kakanwil Kemenag Malut dan PPK Tahan Proyek MIN Halbar Rp3,6 M
Kelola 8 Bak Sianida, Usman Diduga Operasikan Kembali Tambang Ilegal Kusubibi
Buntut Pembatalan Pemenang Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar, Dugaan Intervensi Kakanwil Kemenag Malut Jadi Sorotan
Polres Halsel Kantongi Hasil Visum Kasus Penganiayaan Guru PPPK, Tersangka Ditetapkan Pekan Depan

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:04

Detik-Detik Menegangkan, Toko Pakaian Rahman di Bastiong Nyaris Hangus Terbakar!

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:47

Dugaan Pelanggaran Hukum di Kusu Island Resort, Pengelola WNA Hindari Konfirmasi Wartawan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:58

Diduga Ada Pembiaran, Tambang Emas Ilegal di Kusubibi Tetap Eksis di Depan Mata 

Sabtu, 25 Juli 2026 - 05:26

Aktivitas Rendaman Sianida Ilegal Kusubibi Berjalan Mulus, Seret Tiga Nama Oknum Polisi di Halsel

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:21

Hanya Karena Tulisan “K3 Konstruksi”, Pokja III Maluku Utara Gugurkan Peserta Tender

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:35

Kelola 8 Bak Sianida, Usman Diduga Operasikan Kembali Tambang Ilegal Kusubibi

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:09

Buntut Pembatalan Pemenang Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar, Dugaan Intervensi Kakanwil Kemenag Malut Jadi Sorotan

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:24

Polres Halsel Kantongi Hasil Visum Kasus Penganiayaan Guru PPPK, Tersangka Ditetapkan Pekan Depan

Berita Terbaru