Kondisi Pelayanan Puskesmas Mafa Disorot, KNPI Halsel Desak Bupati Evaluasi Kapus

- Penulis Berita

Jumat, 3 Juli 2026 - 04:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

HALSEL,Coretansatu.com — Kehadiran Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) diberbagai wilayah diharapkan dapat memberikan jaminan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang utuh. Sayangnya, tidak dengan Puskesmas Mafa, Kecamatan Gane Timur, Halmahera Selatan (Halsel).

Dalam situasi lapangan, KNPI Halsel menemui banyak persoalan yang mesti dievaluasi secara tegas dan bijak oleh Pemerintah Daerah, mulai dari pelayanan administrasi, adab petugas, hingga dengan fasilitas yang banyak rusak oleh karena ketidakpedulian terhadap aset daerah.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua DPD KNPI Halsel, Sefnat Tagaku. Menurut Sefnat, persoalan pelayanan itu hal paling utama yang mestinya harus dijaga. Selain itu adalah persoalan adab dari petugas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi saya dan istri datang tepat di waktu pelayanan untuk meminta surat rujukan dari Puskesmas Mafa untuk keperluan perobatan ibu saya, sesampainya di Puskesmas ternyata loket pelayanan belum dibuka”, ucap Sefnat (Jumat, 3/7/2026).

Selain itu, lanjut Ketua DPD KNPI Halsel, “ditambah ada sebagian petugas yang tertawa terbahak-bahak disaat banyak pasien yang menunggu pelayanan, bahkan ada petugas yang hingga duduk di atas meja pelayanan”, tambah Sefnat.

Atas kondisi tersebut, KNPI Halsel meminta Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba untuk segera mengevaluasi Kepala Puskesmas (Kapus) Mafa, demi pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat Halsel, secara khusus di wilayah daratan Gane.

“Bupati segera panggil Kapus Mafa dan mengevaluasinya. Ini demi pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Jika tidak, kami akan menggelar aksi besar-besaran untuk meminta sikap Pemerintah Daerah”, kata Ketua KNPI Halsel dengan nada tegas.

Sebelumnya, sudah terpantau di dalam ruangan Puskesmas dengan beberapa fasilitas yang rusak dan lingkungan yang tidak sehat. Diantaranya WC dan AC yang dipakai dengan uang negara tapi seperti tak terurus.

Tak hanya itu, ketidakpedulian Kapus Mafa hingga mengakibatkan listrik padam selama dua hari yang cukup mengganggu pelayanan pihak, padahal sudah ada solar cell. Kondisi ini sangat diharapkan dapat menjadi atensi pemerintah daerah untuk mengevaluasi Kapus Mafa dari jabatannya.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Gelar Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Polres Halsel Komitmen Hadir untuk Masyarakat 
Upaya Tumbuhkan Ekonomi Lokal, Harita Nickel Dorong Lahirnya Teknisi AC Residensial di Pulau Obi 
Bongkar 17 Titik Miras Ilegal, Kapolsek Gane Barat Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80
Kades Indomut Diduga Ubah Daftar Penerima Bantuan Sembako dan Kurangi Jumlah Paket
GMNI Desak Kapolda Malut: Hentikan Seremonial, Berantas PETI Halsel
Praktisi Hukum Ingatkan Pemkot Tidore: Hibah Rp4,8 Miliar ke Kejari Bisa Jadi Temuan BPK
KONI Maluku Utara Bantah Dugaan Mark-Up Anggaran Porprov V, Sebut Tudingan GIPERS Tidak Berdasar
Dinas Perkim dan Kejari Tidore Diduga Bersekongkol: Tega Kuras Anggaran Rakyat Rp4,8 M di Tengah Defisit

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 04:04

Kondisi Pelayanan Puskesmas Mafa Disorot, KNPI Halsel Desak Bupati Evaluasi Kapus

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:39

Gelar Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Polres Halsel Komitmen Hadir untuk Masyarakat 

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:24

Upaya Tumbuhkan Ekonomi Lokal, Harita Nickel Dorong Lahirnya Teknisi AC Residensial di Pulau Obi 

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:08

Bongkar 17 Titik Miras Ilegal, Kapolsek Gane Barat Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80

Senin, 29 Juni 2026 - 13:29

GMNI Desak Kapolda Malut: Hentikan Seremonial, Berantas PETI Halsel

Senin, 29 Juni 2026 - 11:06

Praktisi Hukum Ingatkan Pemkot Tidore: Hibah Rp4,8 Miliar ke Kejari Bisa Jadi Temuan BPK

Senin, 29 Juni 2026 - 09:36

KONI Maluku Utara Bantah Dugaan Mark-Up Anggaran Porprov V, Sebut Tudingan GIPERS Tidak Berdasar

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:44

Dinas Perkim dan Kejari Tidore Diduga Bersekongkol: Tega Kuras Anggaran Rakyat Rp4,8 M di Tengah Defisit

Berita Terbaru