HALSEL,Coretansatu.com – Proyek pengembangan kawasan strategis ekonomi yang dikerjakan oleh PT Cimendang Sakti Kontrakindo kembali menjadi sorotan. Sejumlah pekerjaan yang telah dinyatakan Provisional Hand Over (PHO) diduga mengalami banyak persoalan di lapangan, mulai dari kualitas bangunan, lampu jalan yang tidak berfungsi, hingga tunggakan pembayaran air mencapai kurang lebih Rp15 juta.
Ketua DPD Partai NasDem Halmahera Selatan, Akmal Ibrahim, menilai proyek tersebut terkesan dikerjakan asal-asalan demi mengejar keuntungan.
“Banyak pekerjaan yang sudah PHO tapi bermasalah. Lampu jalan tidak berfungsi, kualitas bangunan dipertanyakan, dan ada kewajiban pembayaran air yang sampai sekarang belum diselesaikan,” tegas Akmal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, air yang digunakan selama pekerjaan taman memakai air sekretariat. Namun setelah proyek selesai, pihak rekanan disebut meninggalkan lokasi tanpa menyelesaikan kewajiban pembayaran.
“Kurang lebih Rp15 juta biaya air yang belum dibayar sampai sekarang,” ujarnya.
Sementara itu, Direkut PT Cimendang Sakti Kontrakindo Suherman yang akrab disapa Oman saat dihubungi media menjelaskan bahwa pembayaran proyek awalnya berjalan lancar. Namun dalam lima bulan terakhir dirinya mengaku sudah digantikan oleh kerabat namanya Acun dia yang mengambil Ali yang saat itu menangani bagian bendahara.
“Bayaran di waktu saya lancar. Tapi di lima bulan terakhir saya sudah digantikan dengan saudara Acun sebagai bendahara. Di situ dia putus,”.
Editor : Admin Coretansatu.com








