HALTENG,Coretansatu.com– Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) kembali menunjukkan hasil nyata di Kabupaten Halmahera Tengah. Kelompok tani di Desa Sumber Sari, Kecamatan Weda Selatan, sukses memanen terong sebanyak 248 kilogram pada panen kedua mereka.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan dan dukungan sarana melalui program tersebut mampu meningkatkan produktivitas pertanian desa. Meski masih dalam tahap awal, hasil ini dinilai sangat menjanjikan dan menjadi modal kuat untuk panen-panen berikutnya.
Salah satu perwakilan petani, Arfan Bahtiar, mengungkapkan bahwa saat ini kelompoknya mengelola sekitar 1.500 pohon terong. Dengan jumlah tanaman yang cukup besar tersebut, mereka memasang target tinggi untuk masa mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini baru panen kedua. Ke depan kami menargetkan hasil panen bisa mencapai 6 hingga 7 ton,” ujar Arfan penuh optimisme.
Kepastian pasar juga menjadi salah satu kunci keberhasilan ini. Hasil panen tidak perlu dipusingkan soal penjualan, karena sudah ada pembeli tetap dari wilayah lingkar tambang di Desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah, yang mengambil langsung di lokasi.
Harga yang disepakati pun cukup menguntungkan, yakni Rp6.000 per kilogram. Skema ini memberikan kepastian pendapatan yang stabil bagi para petani.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif fasilitator kecamatan, Harmiyati dan Rukmana, yang terus melakukan pendampingan intensif. Mulai dari aspek teknis budidaya hingga manajemen usaha, semua dibimbing agar berjalan profesional.
“Kami akan terus mendampingi petani agar usaha yang dijalankan berkembang dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar salah satu fasilitator.
Keberhasilan demplot terong di Desa Sumber Sari ini kini menjadi contoh nyata. Bahwa dengan sinergi program yang tepat, pendampingan yang konsisten, dan kerja keras petani, ekonomi desa bisa tumbuh signifikan dan kesejahteraan masyarakat pun meningkat.
Editor : Admin Coretansatu.com
Sumber Berita : Delon









