TEKAD Ubah Nasib Petani: Panen 615 Kg, Pendapatan Tembus Jutaan

- Penulis Berita

Rabu, 8 April 2026 - 13:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kebun tani Desa Sosowomo

Foto: Kebun tani Desa Sosowomo

HALTENG,Coretansatu.com — Kabar gembira datang dari Desa Sosowomo, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD), kelompok penerima manfaat (KPB) berhasil memanen terong sebanyak 615 kilogram pada tahap panen awal.

Panen tersebut berasal dari lahan demplot (lahan percontohan) yang dikelola secara terencana dan berkelanjutan. Salah satu petani, Akere Mailing, menjelaskan bahwa panen terong telah dilakukan sebanyak empat kali di lahan pertama.

Selain itu, kelompok tani juga telah menyiapkan lahan kedua yang lokasinya berdekatan guna mendukung keberlanjutan produksi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Panen dari satu lahan ini sudah empat kali dengan total 615 kilogram. Sementara lahan kedua sudah kami siapkan agar panen bisa terus berlanjut,” jelas Akere.

Ia menambahkan, setelah panen dilakukan, lahan langsung diolah kembali untuk penanaman berikutnya. Langkah ini dilakukan agar produksi terong tetap berjalan secara berkesinambungan.

Hasil panen tersebut dipasarkan di Pasar Weda dengan harga Rp10.000 per kilogram. Dari empat kali panen, para petani berhasil meraih pendapatan sekitar Rp6.150.000. Pendapatan ini dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga petani.

“Alhamdulillah, hasil ini sangat membantu kami. Saat ini kami masih melakukan panen setiap dua hingga tiga hari sekali,” tambahnya.

Program TEKAD dinilai memberikan dampak signifikan bagi masyarakat desa, khususnya para petani. Selain bantuan sarana dan prasarana pertanian, program ini juga menyediakan pendampingan intensif, mulai dari teknik budidaya, pengelolaan usaha tani, hingga pemasaran hasil panen.

Ke depan, kelompok tani Desa Sosowomo berencana mengembangkan komoditas lain seperti cabai dan tomat guna meningkatkan variasi hasil pertanian serta menyesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Fasilitator Kecamatan Weda Selatan, Rukmana, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendampingi para petani di lapangan agar mampu berkembang secara mandiri.

“Kami terus membantu petani dalam mengatasi berbagai kendala di lapangan. Harapannya, bertani bisa menjadi pekerjaan utama yang dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.(08/04)

Senada dengan itu, fasilitator lainnya, Rahmi, menegaskan bahwa program ini bertujuan mengubah pola bertani masyarakat dari yang sebelumnya bersifat musiman menjadi lebih produktif sepanjang tahun.

“Kami ingin petani merasakan manfaatnya secara langsung. Dengan sistem yang berkelanjutan, pendapatan mereka diharapkan lebih stabil untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Rahmi.

Ketua kelompok tani Desa Sosowomo juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, khususnya Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia atas dukungan melalui Program TEKAD.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa program pemberdayaan desa mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

Diharapkan, capaian Desa Sosowomo dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Halmahera Tengah untuk terus mengembangkan potensi lokal yang dimiliki.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Delon

Berita Terkait

PLN UP3 Ternate Diminta Evaluasi Kepala PLN Bacan Usai Listrik Padam Berulang Di Kecamatan Bacan Barat Utara
Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara
Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar
IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang
Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore
Ketua HMNI Halsel Diintimidasi Usai Bongkar Dugaan Solar Subsidi 50 Ton Tak Sampai ke Nelayan
HMNI Halsel Bongkar Dugaan Penyimpangan SPBUN Sayoang: Nelayan Dipaksa Berhenti Melaut
Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:34

PLN UP3 Ternate Diminta Evaluasi Kepala PLN Bacan Usai Listrik Padam Berulang Di Kecamatan Bacan Barat Utara

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:30

Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:32

Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar

Jumat, 10 Juli 2026 - 04:58

IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang

Jumat, 10 Juli 2026 - 02:32

Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:31

HMNI Halsel Bongkar Dugaan Penyimpangan SPBUN Sayoang: Nelayan Dipaksa Berhenti Melaut

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:35

Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:57

Apresiasi Langkah Cepat Polres Halsel dalam Penanganan Dugaan Pencurian, KNPI Prihatin Terduga Pelaku Dibawah Umur

Berita Terbaru