SPBU Babang Raya Disorot! Dugaan Skandal BBM Subsidi Lewat Tangki Rakitan

- Penulis Berita

Selasa, 7 April 2026 - 11:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: SPBU Babang Raya

Foto: SPBU Babang Raya

HALSEL,Coretansatu.com – Aktivitas di SPBU PT Babang Raya, Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur, kembali menjadi sorotan tajam masyarakat. Pasalnya, lokasi ini diduga kuat menjadi tempat praktik penyalahgunaan BBM subsidi jenis Pertalite yang dilakukan secara terang-terangan menggunakan kendaraan dengan tangki rakitan.

Warga mengaku geram melihat sejumlah kendaraan, terutama tipe L300, yang diduga telah dimodifikasi dengan penambahan tangki berkapasitas besar, dengan leluasa mengisi bahan bakar di SPBU tersebut. Praktik ini disebut bukan kejadian baru, melainkan sudah berlangsung lama dan berulang kali.

“Mobil itu sering masuk. Bukan sekali dua kali. Isi BBM pakai tangki rakitan, lalu dijual lagi dengan harga mahal,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut keterangan warga, modus operandi yang dilakukan sangat merugikan masyarakat umum. BBM subsidi yang seharusnya dinikmati rakyat kecil justru disedot dalam jumlah besar untuk kemudian ditampung dan dijual kembali dengan harga selangit di pasar gelap.

Yang menjadi pertanyaan besar, bagaimana kendaraan dengan modifikasi tangki yang tidak wajar tersebut bisa lolos dari pengawasan petugas SPBU. Padahal, perbedaan kapasitas tangki standar dan tangki rakitan seharusnya mudah dikenali.

“Kalau tangki standar kita tahu batasnya. Tapi ini sudah dimodifikasi, jelas bisa menampung lebih banyak. Itu dimanfaatkan untuk ambil BBM subsidi,” jelasnya.

Kecurigaan publik semakin kuat setelah adanya bukti foto yang merekam langsung proses pengisian tersebut. Hal ini memicu anggapan adanya kelalaian atau bahkan pembiaran yang membuat praktik ilegal ini terus berjalan mulus.

Masyarakat kini mendesak Pemerintah Daerah dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan menindak tegas. Mereka khawatir jika dibiarkan, akan berdampak langsung pada kelangkaan BBM di tingkat masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat kecil dirugikan. Pemerintah dan aparat harus serius menangani ini,” tegas warga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU PT Babang Raya masih dalam upaya konfirmasi untuk memberikan tanggapan resmi terkait dugaan tersebut.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Abdilla Moloku

Berita Terkait

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi
Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:47

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Berita Terbaru