Tepis Dugaan Korupsi Dana Desa, Kades Gumira Tegaskan Semuanya Sesuai Mekanisme  

- Penulis Berita

Senin, 6 April 2026 - 13:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Desa Gumira Samsudin Bang

Foto: Kepala Desa Gumira Samsudin Bang

HALSEL,Coretansatu.com– Kepala Desa Gumira, Samsudin Bang, akhirnya buka suara membantah keras tuduhan dugaan korupsi dan penyimpangan pengelolaan Dana Desa (DD) yang nilainya mencapai hampir Rp1 miliar per tahun. Ia menegaskan seluruh penggunaan anggaran selama periode 2024–2025 telah dilakukan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.

Dalam keterangannya kepada media, Senin (6/4/2026), Samsudin menegaskan bahwa pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) telah dilaksanakan sesuai peruntukan dan ditetapkan melalui mekanisme Musyawarah Desa dalam penyusunan APBDes.

“DD dan ADD digunakan sesuai kebutuhan desa. Pembangunan kantor desa baru memang membutuhkan waktu dan anggaran yang besar,” ujarnya tegas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait proyek renovasi saluran air (got) yang dinilai tidak maksimal, Samsudin menjelaskan hal tersebut disebabkan oleh kendala di lapangan, terutama keterbatasan tenaga kerja. Ia menyebut pekerjaan tersebut memang melibatkan pemuda desa, namun belum berjalan sesuai target.

“Akibatnya, pembangunan saluran air belum berjalan maksimal dan belum terealisasi secara menyeluruh,” jelasnya. Meski demikian, ia memastikan pemerintah desa tetap bertanggung jawab dan berkomitmen menuntaskan seluruh pekerjaan tersebut.

Samsudin juga membantah adanya penyimpangan dalam penggunaan anggaran ketahanan pangan. Menurutnya, program tersebut sudah direalisasikan, meski dalam pelaksanaannya sempat menghadapi sejumlah kendala internal.

“Anggaran sudah direalisasikan, namun ada kendala di lapangan. Kami tetap berupaya agar program ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Di tengah sorotan tajam publik, Samsudin justru menilai dinamika ini sebagai hal yang wajar. Ia bahkan menganggap kritik yang muncul sebagai bentuk kepedulian warga agar pemerintah desa lebih berhati-hati.

“Kritik dan teguran itu biasa. Itu juga datang dari warga sendiri sebagai bentuk perhatian terhadap pemerintah desa, agar kami lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Abdila Moloku

Berita Terkait

Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel
PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola
Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam
Utang Rp1,3 Triliun Belum Lunas, Pemprov Malut Minta Persetujuan Pinjam Rp1 Triliun Lagi
Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas
Penganiayaan Guru PPPK di Halsel: Terduga Pelaku Terancam Penjara Lebih dari 5 Tahun
Bantah Tuduhan Penyelewengan, SPBUN Sayoang Tegaskan Penyaluran Solar Sesuai Aturan DKP
Mengintip Kerisauan dan Optimisme Kapolresta Tidore

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:34

Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:02

PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:36

Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam

Rabu, 15 Juli 2026 - 04:50

Utang Rp1,3 Triliun Belum Lunas, Pemprov Malut Minta Persetujuan Pinjam Rp1 Triliun Lagi

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:18

Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:35

Bantah Tuduhan Penyelewengan, SPBUN Sayoang Tegaskan Penyaluran Solar Sesuai Aturan DKP

Senin, 13 Juli 2026 - 15:49

Mengintip Kerisauan dan Optimisme Kapolresta Tidore

Senin, 13 Juli 2026 - 08:43

Merajut Kembali Kasih, Ratusan Jemaat Padati Pendaftaran SSIB GMIH 2026 demi Wujudkan GMIH Bersatu

Berita Terbaru