Kepala Desa Tului Mengundurkan Diri di Tengah Protes Warga soal Transparansi Anggaran

- Penulis Berita

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kantor Desa Tului

Foto: Kantor Desa Tului

TIDORE,Coretansatu.com– Kepala Desa Tului, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Sabtu (28/3/2026) setelah forum dialog terbuka dengan masyarakat berujung tanpa kejelasan. Langkah ini muncul di tengah tekanan publik yang mempertanyakan transparansi pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa selama periode tahun anggaran 2022 hingga 2025.

Dialog yang digelar di aula pertemuan desa awalnya difasilitasi sebagai upaya klarifikasi guna menggantikan rencana awal warga yang hendak menggelar aksi ekstra-parlementer. Acara yang dihadiri Camat Oba, Kapolsek Oba beserta jajarannya, serta unsur Koramil Payahe dan Babinsa Desa Tului ini awalnya berjalan tertib dengan warga secara bergantian menyampaikan pertanyaan terkait penggunaan anggaran desa.

Ketegangan meningkat ketika warga menyoroti beberapa proyek yang dianggap kurang transparan. Di antaranya adalah pengadaan bodi viber yang tidak mencantumkan nama kegiatan maupun tahun anggaran, pengelolaan fasilitas WiFi desa yang disebut dikelola langsung oleh kepala desa tanpa dasar hukum jelas beserta praktik penjualan voucher, serta pembangunan jalan tani yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) – bahkan BPD sebagai lembaga pengawas tidak mengantongi dokumen RAB terkait.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Permasalahan lain juga muncul, seperti proyek air bersih di Dusun 1 yang hanya berfungsi satu bulan sebelum mesin pompa rusak sehingga warga harus mengeluarkan biaya swadaya untuk penggantian. Selain itu, pengadaan empat unit lampu jalan dengan total anggaran Rp100 juta juga menjadi sorotan setelah terungkap bahwa proyek tersebut merupakan arahan dari mantan Wali Kota Tidore Kepulauan, Ali Ibrahim.

Setelah dialog berakhir tanpa jawaban yang memuaskan, warga melakukan pemalangan kantor desa. Tak lama kemudian, kepala desa mendatangi massa dan menyerahkan surat pengunduran diri secara langsung. Namun, langkah ini disesalkan warga karena dinilai tidak sesuai prosedur, yang seharusnya disampaikan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau pihak berwenang terkait.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi
Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:47

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Berita Terbaru