Warga Tiga Kabupaten Di Maluku Utara Murkah, Postingan Akun Facebook Dinilai Hina Martabat Perempuan dan Leluhur

- Penulis Berita

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Diduga pelaku pemilik akun V’an M’adece

Foto, Diduga pelaku pemilik akun V’an M’adece

Maluku Utara,Coretansatu.com – Gelombang kemarahan meluas di tengah masyarakat tiga kabupaten di Provinsi Maluku Utara menyusul beredarnya sebuah postingan Facebook yang dinilai sangat menghina martabat perempuan, keluarga, serta leluhur masyarakat setempat.

Postingan tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama V’an M’adece, yang secara terbuka menyebut dan menyerang masyarakat di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Pulau Morotai, Kecamatan Kao dan Galela di Kabupaten Halmahera Utara, serta wilayah Loloda di Kabupaten Halmahera Barat.

Foto, tangkapan layar postingan V’an M’adece

Dalam unggahannya, pemilik akun itu menggunakan bahasa lokal Maluku Utara dengan muatan pelecehan seksual dan penghinaan ekstrem, termasuk menyebut masyarakat di wilayah-wilayah tersebut dengan kalimat yang mengarah pada hubungan terlarang dengan orang tua perempuan, serta hinaan terhadap organ intim perempuan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya berhenti di situ, akun tersebut juga menuliskan pernyataan lain yang merendahkan perempuan di desa-desa dan kabupaten yang disebutkan, dengan narasi yang dinilai menjijikkan, tidak bermoral, dan berpotensi memicu konflik horizontal.

Postingan itu dengan cepat menyebar luas di media sosial, memicu kemarahan warga lintas desa dan kabupaten, terutama karena hinaan tersebut dianggap menyerang kehormatan perempuan, keluarga, serta identitas sosial dan adat masyarakat Maluku Utara.

Sejumlah tokoh masyarakat dan warga Di beberapa desa dan kabupaten yang di sebutkan dalam postingan tersebut, menilai unggahan tersebut bukan sekadar ujaran kebencian biasa, melainkan sudah masuk pada kategori penghinaan berat dan pelecehan seksual yang merendahkan harkat dan martabat satu kelompok masyarakat secara kolektif.

Foto, tangkapan layar postingan V’an M’adece

Tekanan publik pun menguat, dengan desakan agar aparat penegak hukum segera turun tangan, menelusuri identitas pemilik akun Facebook V’an M’adece, menangkap, dan memproses hukum yang bersangkutan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Menurut keterangan salah satu warga Galela berinisial CA, kemarahan masyarakat saat ini sudah berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan akibat tidak adanya langkah tegas yang terlihat dari pihak berwenang.

“Kalau aparat tidak cepat ambil tindakan, jangan salahkan masyarakat. Ini sudah menyangkut harga diri. Kalau masyarakat yang lebih dulu menemukan orangnya, nyawanya bisa terancam,” ujar CA dengan nada tegas.

Situasi ini dinilai berpotensi berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas apabila tidak segera ditangani secara hukum dan terbuka, mengingat unggahan tersebut telah melukai perasaan kolektif masyarakat di lebih dari satu kabupaten.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah nyata dari aparat penegak hukum, sembari berharap agar keadilan ditegakkan dan ruang publik, khususnya media sosial, tidak dijadikan tempat bebas untuk menghina, melecehkan, dan memecah belah masyarakat.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel
PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola
Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam
Utang Rp1,3 Triliun Belum Lunas, Pemprov Malut Minta Persetujuan Pinjam Rp1 Triliun Lagi
Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas
Penganiayaan Guru PPPK di Halsel: Terduga Pelaku Terancam Penjara Lebih dari 5 Tahun
Bantah Tuduhan Penyelewengan, SPBUN Sayoang Tegaskan Penyaluran Solar Sesuai Aturan DKP
Mengintip Kerisauan dan Optimisme Kapolresta Tidore

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:34

Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:02

PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:36

Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam

Rabu, 15 Juli 2026 - 04:50

Utang Rp1,3 Triliun Belum Lunas, Pemprov Malut Minta Persetujuan Pinjam Rp1 Triliun Lagi

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:18

Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:35

Bantah Tuduhan Penyelewengan, SPBUN Sayoang Tegaskan Penyaluran Solar Sesuai Aturan DKP

Senin, 13 Juli 2026 - 15:49

Mengintip Kerisauan dan Optimisme Kapolresta Tidore

Senin, 13 Juli 2026 - 08:43

Merajut Kembali Kasih, Ratusan Jemaat Padati Pendaftaran SSIB GMIH 2026 demi Wujudkan GMIH Bersatu

Berita Terbaru