SPBU Buli Haltim Lumpuh 2 Hari, Praktik Pengisian BBM Jeriken Diduga Jadi Penyebab

- Penulis Berita

Senin, 19 Januari 2026 - 06:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: SPBU Buli Kabupaten Halmahera Timur'

Foto: SPBU Buli Kabupaten Halmahera Timur'

HALTIM,Coretansatu.com — Pelayanan SPBU Buli di Kabupaten Halmahera Timur dilaporkan lumpuh selama dua hari berturut-turut, sejak Minggu hingga Senin, 19 Januari 2026.

Kondisi tersebut memicu keresahan warga yang sangat bergantung pada BBM untuk menunjang aktivitas dan kebutuhan sehari-hari.

Penutupan pelayanan itu menimbulkan dugaan adanya praktik pengisian BBM menggunakan Jeriken secara masif, yang diduga menjadi salah satu penyebab terganggunya pelayanan publik bagi masyarakat umum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya, SPBU tersebut kerap terlihat melayani pengisian BBM menggunakan puluhan jeriken berkapasitas 25 liter yang dimuat dalam kendaraan roda empat jenis Avanza.

Pantauan media ini pada Jumat, 16 Januari 2026, sebelum terjadinya mogok pelayanan, menunjukkan praktik pengisian menggunakan jeriken marak terjadi di lokasi SPBU.

Puluhan jeriken berisi BBM terlihat dimuat ke dalam sebuah mobil Avanza, sehingga menimbulkan tanda tanya besar terkait legalitas serta pengawasan terhadap praktik tersebut.

Dugaan pun menguat bahwa penghentian layanan reguler bagi kendaraan umum berkaitan erat dengan aktivitas pengisian jeriken yang dinilai melampaui batas kewajaran.

Seharusnya Pertamina dan BPH Migas sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pengawasan penyaluran BBM melalui SPBU memprioritaskan kepentingan masyarakat luas, bukan melayani kepentingan kelompok tertentu.

Selain itu, pihak SPBU dinilai tidak transparan karena tidak memberikan pengumuman resmi kepada masyarakat terkait alasan penutupan layanan, apakah disebabkan keterbatasan stok BBM atau faktor lainnya.

Padahal, keterbukaan informasi merupakan bentuk tanggung jawab publik agar tidak menimbulkan spekulasi dan keresahan di tengah masyarakat.

Sementara itu, pihak SPBU Buli masih dalam upaya konfirmasi wartawan terkait mogoknya pelayanan publik selama dua hari tersebut.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Sikap Cuek Kades Sawadai Soal Isu Nikah Siri Picu Kritik Pedas Praktisi Hukum
Konvoi Piala Dunia di Halsel Berjalan Aman dan Tertib Dibawah Pengawalan Satlantas
Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel
PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola
Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam
Utang Rp1,3 Triliun Belum Lunas, Pemprov Malut Minta Persetujuan Pinjam Rp1 Triliun Lagi
Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas
Penganiayaan Guru PPPK di Halsel: Terduga Pelaku Terancam Penjara Lebih dari 5 Tahun

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:19

Sikap Cuek Kades Sawadai Soal Isu Nikah Siri Picu Kritik Pedas Praktisi Hukum

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:01

Konvoi Piala Dunia di Halsel Berjalan Aman dan Tertib Dibawah Pengawalan Satlantas

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:34

Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:02

PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:36

Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:18

Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:53

Penganiayaan Guru PPPK di Halsel: Terduga Pelaku Terancam Penjara Lebih dari 5 Tahun

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:35

Bantah Tuduhan Penyelewengan, SPBUN Sayoang Tegaskan Penyaluran Solar Sesuai Aturan DKP

Berita Terbaru