HALSEL,Coretansatu.com — Publik Halmahera Selatan kembali diguncang pengakuan memilukan seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama April. Dengan suara gemetar, April mengungkap teror yang dialaminya selama ini, ancaman senjata tajam dari suaminya sendiri, yang disebut kerap meluapkan amarah dengan intimidasi brutal, Minggu/21/12/2025.
Pengakuan itu mencuat setelah April menghubungi wartawan FaktaHalmahera. Ia menyampaikan peringatan serius agar jurnalis berhati-hati jika memuat pemberitaan dugaan perselingkuhan antara suaminya dengan Kepala Desa Silang. Alasannya, sang suami disebut memiliki rekam perilaku kekerasan dan tak segan melukai orang menggunakan senjata tajam.
“Saya mohon kepada bapak wartawan FaktaHalmahera agar berhati-hati jika berita perselingkuhan suami saya dengan Kepala Desa Silang dimuat. Suami saya orangnya suka pukul dan tusuk orang pakai pisau,” ungkap April, sebagaimana ditirukan kepada media ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
April mengaku ancaman itu bukan isapan jempol. Dalam rumah tangga, ia kerap diteror saat suaminya marah. Senjata tajam jenis sangkur disebut-sebut kerap dijadikan alat untuk menakut-nakuti, meninggalkan trauma mendalam dan rasa tidak aman yang terus menghantui.
Situasi kian mencekam ketika April menyebut perubahan perilaku suaminya semakin menjadi-jadi setelah terbongkarnya dugaan hubungan terlarang dengan mantan istrinya, yang tak lain adalah Kepala Desa Silang. Sejak saat itu, ketegangan di dalam rumah disebut meningkat drastis.
Ia menilai, konflik personal tersebut telah melampaui batas persoalan rumah tangga biasa. Ancaman fisik yang melibatkan senjata tajam bukan hanya membahayakan dirinya, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan orang lain di sekitarnya.
Pengakuan April menambah daftar panjang potret buram kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik tembok rumah. Lebih ironis, kasus ini menyeret nama pejabat publik desa yang semestinya menjadi teladan moral dan etika di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak suami maupun Kepala Desa Silang terkait tudingan tersebut. Aparat penegak hukum setempat juga belum memberikan pernyataan apakah telah menerima laporan resmi atas dugaan ancaman dan kekerasan tersebut.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan aparat keamanan agar tidak menutup mata. Ancaman sajaman, dugaan KDRT, dan skandal yang melibatkan pejabat publik bukan sekadar gosip, melainkan persoalan serius yang menuntut penanganan hukum tegas sebelum jatuh korban berikutnya.
Editor : Editor_Coretansatu
Sumber Berita : TB









