SEMMI Malut Desak APH Usut Dugaan Penyimpangan Proyek Labkesmas Rp15,3 Miliar Di Morotai

- Penulis Berita

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Morotai,Coretansatu.com — Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Maluku Utara melayangkan desakan keras kepada aparat penegak hukum terkait dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Kabupaten Pulau Morotai. Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp15,3 miliar itu disebut-sebut menyimpan sejumlah kejanggalan yang dinilai harus segera diusut,Rabu,17/12/2025.

Dalam tuntunan aksi yang bakal di lakukan SEMMI Malut, organisasi mahasiswa ini meminta Kejaksaan Tinggi Maluku Utara dan Ditkrimsus Polda Malut untuk memanggil serta memeriksa Anhar Tofure, mantan Plt Kepala Dinas Kesehatan dan KB Morotai yang kini menjabat sebagai Direktur RSUD Sultan Mudaffar Sjah. SEMMI menilai posisi strategis tersebut membuat klarifikasi semakin diperlukan.

Selain itu, SEMMI juga menyoroti keterlibatan Direktur PT Wahana Dimensia Indonesia selaku pihak pelaksana proyek. Mereka menduga adanya masalah dalam proses pembangunan Labkesmas yang menggunakan anggaran DAK, sehingga meminta aparat hukum mengusut proses pengerjaan maupun penggunaan anggaran secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

SEMMI Malut juga mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku Utara untuk melakukan audit investigatif terhadap seluruh tahapan proyek, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.

Menurut Sarjan ketua umum SEMMI Malut, audit diperlukan karena nilai proyek yang mencapai Rp15,3 miliar dianggap terlalu besar jika dibandingkan dengan progres dan kualitas pembangunan di lapangan. Mereka menilai potensi ketidakwajaran harus dibuka terang-terangan agar publik tidak dibiarkan berasumsi.

Selain tekanan kepada aparat penegak hukum dan lembaga audit, SEMMI juga menuntut Bupati Pulau Morotai mengambil langkah tegas. Mereka meminta pemerintah daerah menjatuhkan sanksi terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab bila nantinya terbukti terdapat penyimpangan dalam proyek tersebut.

Sarjan juga menegaskan bahwa Anhar Tofure sebagai mantan Plt Kadinkes Morotai tidak boleh dibiarkan lepas dari proses klarifikasi. Menurut mereka, pejabat yang pernah bertanggung jawab atas program kesehatan daerah harus memberikan penjelasan terhadap dugaan penyimpangan yang muncul.

Seruan ini juga mencakup pihak-pihak lain yang berkaitan langsung dengan proyek Labkesmas. SEMMI menilai bahwa pemeriksaan menyeluruh merupakan satu-satunya cara untuk memastikan transparansi penggunaan Dana Alokasi Khusus yang melekat pada Pemda Morotai.

Rute aksi yang disampaikan SEMMI Malut meliputi Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Polda Maluku Utara, dan BPK Perwakilan Maluku Utara. Mereka menegaskan akan mengawal kasus ini sampai tuntas demi memastikan anggaran negara benar-benar digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Sumber Berita : TB

Berita Terkait

Sikap Cuek Kades Sawadai Soal Isu Nikah Siri Picu Kritik Pedas Praktisi Hukum
Konvoi Piala Dunia di Halsel Berjalan Aman dan Tertib Dibawah Pengawalan Satlantas
Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel
PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola
Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam
Utang Rp1,3 Triliun Belum Lunas, Pemprov Malut Minta Persetujuan Pinjam Rp1 Triliun Lagi
Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas
Penganiayaan Guru PPPK di Halsel: Terduga Pelaku Terancam Penjara Lebih dari 5 Tahun

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:19

Sikap Cuek Kades Sawadai Soal Isu Nikah Siri Picu Kritik Pedas Praktisi Hukum

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:01

Konvoi Piala Dunia di Halsel Berjalan Aman dan Tertib Dibawah Pengawalan Satlantas

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:34

Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:02

PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:36

Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:18

Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:53

Penganiayaan Guru PPPK di Halsel: Terduga Pelaku Terancam Penjara Lebih dari 5 Tahun

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:35

Bantah Tuduhan Penyelewengan, SPBUN Sayoang Tegaskan Penyaluran Solar Sesuai Aturan DKP

Berita Terbaru