Pernyataan Mualem Bukan untuk Bupati Aceh Utara, Jubir Pemkab Luruskan Polemik

- Penulis Berita

Minggu, 7 Desember 2025 - 18:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli

Foto: Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli

ACEH UTARA,Coretansatu.com– Pemerintah Kabupaten Aceh Utara meluruskan polemik yang muncul setelah Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem), mengeluarkan pernyataan agar para bupati/wali kota “tidak cengeng” menghadapi bencana dan memilih mundur jika tidak sanggup bekerja. Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli, menegaskan bahwa pernyataan tersebut sama sekali tidak ditujukan kepada Bupati Aceh Utara, Azhar alias Ayahwa, maupun Wakil Bupati Tarmizi Panyang.

Berbicara pada Sabtu, 6 November 2025, Muntasir menjelaskan bahwa sejak hari pertama banjir menerjang Aceh Utara, Bupati dan Wakil Bupati telah bekerja nyaris tanpa jeda, dari pagi hingga malam, turun langsung ke lokasi banjir, memimpin evakuasi, dan memastikan bantuan menjangkau wilayah-wilayah terisolir.

“Video-video yang beredar sejak hari pertama adalah bukti. Bupati dan Wakil Bupati berada di tengah warga, menembus lumpur, mendatangi pengungsian, dan naik perahu karet menembus titik yang bahkan tak bisa dijangkau kendaraan,” ujar Muntasir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak Ditujukan untuk Aceh Utara”

Menurut Muntasir, pernyataan Mualem lebih ditujukan kepada kepala daerah yang tidak berada di Aceh saat bencana dan meninggalkan warganya ketika banjir menelan korban.

“Jadi sekali lagi, bukan untuk Bupati Aceh Utara. Ayahwa tidak pernah meninggalkan Aceh, bahkan tidak meninggalkan warganya satu hari pun selama bencana,” tegasnya.

Soal Surat Ketidaksanggupan: Bukan Ingin Lari dari Tanggung Jawab

Menanggapi pertanyaan media tentang surat ketidaksanggupan yang ditandatangani Bupati Aceh Utara dan video dirinya yang menangis meminta bantuan pusat, Muntasir menegaskan bahwa itu lahir dari beban empati, bukan keputusasaan.

“Itu bukan bentuk menyerah. Itu karena rasa cinta beliau kepada rakyatnya. Hari ke-12 pasca banjir, jenazah masih banyak belum dievakuasi, warga hilang belum ditemukan, bantuan sangat minim, pengungsi terancam kelaparan. Beliau menangis karena memikirkan nasib rakyat,” ungkapnya.

Medan Bencana yang Nyaris Mustahil

Muntasir menggambarkan kondisi Aceh Utara saat itu: jalan rusak total, jaringan listrik dan komunikasi padam, aliran bantuan terhambat, dan 90 persen wilayah tidak bisa ditembus.

Dengan perahu karet dan boat nelayan, Bupati Ayahwa berkeliling menjangkau titik-titik terisolir, memastikan ada kehidupan di balik desa yang terkepung air.

“Ayahwa memimpin wilayah seluas 27 kecamatan dan 852 desa. Dengan personel terbatas dan kondisi lumpuh total, mustahil seorang bupati menangani sendirian. Karena itu beliau berkali-kali mengetuk hati semua pihak,” kata Muntasir.

“Bukan Cengeng, Tapi Berteriak Agar Rakyat Tidak Mati”

Air mata Bupati, kata Muntasir, adalah jeritan seorang pemimpin yang tak ingin rakyatnya selamat dari banjir tapi mati karena kelaparan.

“Itulah mengapa beliau meminta atensi khusus Presiden RI, H. Prabowo Subianto. Itu bukan cengeng. Itu suara seorang pemimpin yang tidak rela warganya menghadapi maut tanpa bantuan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : M Nur

Berita Terkait

Lawan Hoaks dengan Edukasi, Direktur Aceh Humam Foundation Ajak Warga Fokus Pemulihan Banjir 
Ramadhan Damai sebagai Tanggung Jawab Kolektif: PERMAHI Aceh Soroti Peran Preventif Kepolisian
MPC Pemuda Pancasila Buat Warga Terdampak Banjir Kembali Tersenyum
Janji Bukan Sekadar Kata, Deretan Program Nyata Jamaluddin Idham dalam Setahun
Peduli Pendidikan Pasca Bencana, Anggota DPRK Aceh Utara Salurkan 200 Paket Sekolah
Anggota DPR RI Terobos Daerah Terisolir, Salurkan Logistik untuk Warga Uyem Beriring dan Kampung Pasir
PW IPNU Aceh Desak Presiden Copot Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf. Ali Imran Usai Anggotanya Melakukan Dugaan Pemukulan Terhadap Warga
HA IPB Aceh Sambut Kepemimpinan Baru untuk Perluas Dampak Pengabdian Alumni

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:35

BPK Bongkar Potensi PAD Halmahera Tengah: Dari Reklame Liar Lelilef hingga Pajak Raksasa PLTU Kawasan Industri

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:53

Begal Hasil Tender Proyek MIN Halbar Rp3,6 M: Kakanwil dan Keponakannya Akal-Akali E-Katalog Demi Akomodir Kerabat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:28

Pekerjaan Rumah Pemkab Halteng: Pengusaha THM Mengaku Buta Aturan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:04

BARAH Puji Sinergi Polsek Mafa Amankan Barang Bukti Kayu

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:17

Sambut HUT ke-81 RI, PT IMM Salurkan Bantuan untuk Turnamen Pemdes Cup Perdana Di Desa Yaba

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:45

59 Napi Lapas Labuha Diusulkan Mendapatkan Remisi, Mayoritas Pelaku Kekerasan Perempuan dan Anak

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:22

Cegah Pesta Miras, Sat Samapta Polres Halsel Sasar Lokasi Rawan Kejahatan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:26

PT JAS Diduga Cemari Sungai di Halmahera Timur, FORMAPAS MALUT Desak Kementerian ESDM dan Satgas PKH Bertindak

Berita Terbaru

Foto: Barang bukti sitaan Tim Penegakan Hukum (Gakkum) KPH.

Maluku Utara

BARAH Puji Sinergi Polsek Mafa Amankan Barang Bukti Kayu

Selasa, 11 Agu 2026 - 06:04