Kejati Malut Didesak Bertindak Tegas: Proyek Masjid Raya Halsel Telan Rp 119 M, Pembangunan Tak Kunjung Rampung

- Penulis Berita

Sabtu, 6 Desember 2025 - 14:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Mesjid Raya HALSEL

Foto : Mesjid Raya HALSEL

HALSEL,Coretansatu.com – Kejaksaan Tinggi Maluku Utara kembali didesak untuk bersikap lebih tegas dan serius dalam menangani dugaan penyimpangan proyek pembangunan Masjid Raya Halmahera Selatan. Desakan ini muncul setelah publik menyoroti besarnya anggaran yang telah digelontorkan sejak 2016 namun bangunan megah tersebut hingga kini tak kunjung rampung, Sabtu, 06/12/2025.

Sebagaimana dalam penyelidikan proyek Masjid Raya Halsel sendiri mengacu pada Surat Perintah Penyelidikan Kepala Kejati Malut Nomor: Print-783/Q.2/Fd.1/11/2021 tertanggal 16 November 2021. Meski sudah lima tahun berlalu, perkembangan penanganan kasus ini dinilai jalan di tempat, tanpa kejelasan arah penegakan hukumnya.

Berdasarkan dokumen kontrak, pada tahun 2016 proyek tersebut tercatat memiliki pagu awal kurang lebih Rp 50 miliar. Namun anggaran tersebut kemudian direfocusing sehingga menyusut menjadi Rp 29 miliar. Pemangkasan anggaran ini justru menjadi salah satu titik kritis yang memicu pertanyaan publik terkait transparansi pengelolaannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada tahun 2017, Pemkab Halsel kembali mengucurkan dana sebesar Rp 29,95 miliar dengan pelaksana proyek PT Bangun Utama Mandiri. Namun tambahan anggaran tersebut belum cukup menyelesaikan pembangunan yang ditargetkan menjadi ikon keagamaan di wilayah selatan Maluku Utara tersebut.

Tahun berikutnya, 2018, proyek ini kembali mendapatkan suntikan anggaran senilai Rp 29.895.736.354. Pelaksana kegiatan beralih kepada PT Bangun Utama Mandiri Nusa, namun lagi-lagi progres pembangunan tak menunjukkan hasil signifikan meski anggaran terus bergulir.

Kemudian pada tahun 2019, Pemkab Halsel mengalokasikan tambahan dana sebesar Rp 9.984.783.000 dan menyerahkan pekerjaan kepada CV Minanga Tiga Satu. Namun harapan untuk melihat percepatan pembangunan kembali kandas setelah proyek tersebut masih jauh dari kata selesai.

Tak berhenti di situ, pada 2021 anggaran kembali digelontorkan sebesar Rp 11.018.437.819,82 yang dipercayakan kepada PT Duta Karya Pratama Unggul. Meski sudah berganti kontraktor beberapa kali, masalah efektivitas pekerjaan dan keterlambatan tetap menjadi persoalan yang mencolok.

Terbaru, pada 2024 Pemkab Halsel kembali mengalokasikan anggaran tambahan sebesar Rp 10 miliar. Dengan demikian, total keseluruhan dana yang telah dihabiskan untuk pembangunan Masjid Raya Halmahera Selatan mencapai kurang lebih Rp 119.848.957.173—angka fantastis yang tak sebanding dengan kondisi bangunan yang hingga kini masih dalam tahap pengerjaan.

Lambannya progres pembangunan dan berulangnya alokasi anggaran membuat publik mendesak Kejati Malut untuk tidak lagi bermain “lunak”. Publik berharap aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan penyimpangan yang melibatkan dua perusahaan PT dan satu CV selama proses pengerjaan, demi memastikan pertanggungjawaban hukum serta mencegah kerugian negara yang semakin membengkak.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Berita Terkait

Sikap Cuek Kades Sawadai Soal Isu Nikah Siri Picu Kritik Pedas Praktisi Hukum
Konvoi Piala Dunia di Halsel Berjalan Aman dan Tertib Dibawah Pengawalan Satlantas
Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel
PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola
Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam
Utang Rp1,3 Triliun Belum Lunas, Pemprov Malut Minta Persetujuan Pinjam Rp1 Triliun Lagi
Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas
Penganiayaan Guru PPPK di Halsel: Terduga Pelaku Terancam Penjara Lebih dari 5 Tahun

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:19

Sikap Cuek Kades Sawadai Soal Isu Nikah Siri Picu Kritik Pedas Praktisi Hukum

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:01

Konvoi Piala Dunia di Halsel Berjalan Aman dan Tertib Dibawah Pengawalan Satlantas

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:34

Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:02

PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:36

Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:18

Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:53

Penganiayaan Guru PPPK di Halsel: Terduga Pelaku Terancam Penjara Lebih dari 5 Tahun

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:35

Bantah Tuduhan Penyelewengan, SPBUN Sayoang Tegaskan Penyaluran Solar Sesuai Aturan DKP

Berita Terbaru