Kebijakan Bongkar Pasang Pejabat di Lhokseumawe, Dikhawatirkan Rugikan Tata Kelola dan Kepercayaan Publik

- Penulis Berita

Sabtu, 1 November 2025 - 21:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sofyan, S.Sos.

Foto: Sofyan, S.Sos.

LHOKSEUMAWE,Coretansatu.com —Kebijakan Wali Kota Lhokseumawe yang kerap memberhentikan dan merotasi pejabat di lingkungan pemerintahannya kini menuai sorotan dari berbagai kalangan. Tidak hanya pejabat struktural, bahkan sejumlah tenaga kebersihan juga dikabarkan ikut terkena imbas kebijakan tersebut.

Sofyan, S.Sos.seorang pemerhati kebijakan publik, menilai bahwa pola pemberhentian yang terlalu sering justru berpotensi menciptakan instabilitas birokrasi dan menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah kota.

“Memperbaiki birokrasi tidak harus dengan pemecatan massal. Yang lebih penting adalah menilai kapasitas dan dedikasi aparatur. Jika ini terus terjadi tanpa dasar kajian yang jelas, kualitas tata kelola bisa tergerus,” kata Sofyan dalam keterangan tertulis yang diterima media, sabtu (1/11).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Sofyan, dari perspektif administrasi publik, pergantian pejabat yang berulang menyebabkan ketidak konsisten program kerja. Setiap perubahan jabatan membutuhkan adaptasi baru dan waktu untuk membangun koordinasi lintas bidang. Akibatnya, banyak kebijakan yang berhenti di tengah jalan.

“Birokrasi butuh kesinambungan agar kebijakan publik berjalan konsisten dan terukur. Kalau pejabat sering diganti, arah program bisa kehilangan pegangan,” ujarnya.

Motivasi Politik dan Dampak Moral ASN

Sofyan juga menyoroti aspek manajemen ASN. Ia menilai bahwa pemberhentian tanpa alasan objektif dapat menurunkan motivasi kerja dan menciptakan ketakutan di kalangan pegawai.

“Sekarang muncul istilah fear-based management orang bekerja karena takut, bukan karena semangat. Ini berbahaya bagi moral organisasi,” jelasnya.

Dari sudut tata kelola pemerintahan, Sofyan menegaskan bahwa keputusan rotasi dan pemberhentian harus transparan, berbasis pada prinsip merit, dan disertai alasan hukum yang jelas. Tanpa itu, kebijakan justru menimbulkan kesan sewenang-wenang.

Akuntabilitas menjadi lemah ketika proses tidak dijelaskan. Pemerintahan modern seharusnya terbuka, berbasis kajian akademik dan dialog publik,” tambahnya.

Konsolidasi Kekuasaan dan Turunnya Kepercayaan Publik

Dalam konteks politik kebijakan, Sofyan memperingatkan bahwa tindakan seperti ini kerap ditafsirkan sebagai bentuk konsolidasi kekuasaan atau upaya memperkuat loyalitas politik.

“Kalau publik menilai bahwa pemberhentian dilakukan karena motif politik, bukan kinerja, maka legitimasi kepala daerah bisa turun. Masyarakat jadi melihat pemerintah tidak bekerja untuk rakyat, tapi untuk kepentingan elit,” tegasnya.

Dampak Layanan Publik

Ia menambahkan, dampak nyata dari ketidakstabilan jabatan terlihat pada sektor pelayanan publik. Ketika pejabat berganti terlalu cepat, koordinasi melemah dan kualitas layanan ikut menurun — terutama di bidang perizinan, kesehatan, pendidikan, hingga kebersihan.

“Birokrasi yang tidak stabil berujung pada pelayanan publik yang terganggu. Reputasi kota pun ikut tergerus,” kata Sofyan.

Pesan untuk Wali Kota

Menutup pandangannya, Sofyan menegaskan bahwa prerogatif kepala daerah dalam menata birokrasi harus tetap mengacu pada prinsip profesionalitas dan akuntabilitas.

Kepemimpinan tidak diukur dari seberapa sering pejabat diganti, tapi dari seberapa besar kepercayaan publik yang berhasil dijaga. Wali Kota perlu berhati-hati agar kebijakannya tidak justru merusak citra pemerintahan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : M Nur

Berita Terkait

Lawan Hoaks dengan Edukasi, Direktur Aceh Humam Foundation Ajak Warga Fokus Pemulihan Banjir 
Ramadhan Damai sebagai Tanggung Jawab Kolektif: PERMAHI Aceh Soroti Peran Preventif Kepolisian
MPC Pemuda Pancasila Buat Warga Terdampak Banjir Kembali Tersenyum
Janji Bukan Sekadar Kata, Deretan Program Nyata Jamaluddin Idham dalam Setahun
Peduli Pendidikan Pasca Bencana, Anggota DPRK Aceh Utara Salurkan 200 Paket Sekolah
Anggota DPR RI Terobos Daerah Terisolir, Salurkan Logistik untuk Warga Uyem Beriring dan Kampung Pasir
PW IPNU Aceh Desak Presiden Copot Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf. Ali Imran Usai Anggotanya Melakukan Dugaan Pemukulan Terhadap Warga
HA IPB Aceh Sambut Kepemimpinan Baru untuk Perluas Dampak Pengabdian Alumni

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:16

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:09

Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:28

IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:48

LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate

Berita Terbaru