Kapus Yaba ‘Menghilang’ 3 Bulan, Pelayanan Kesehatan Lumpuh?  

- Penulis Berita

Jumat, 31 Oktober 2025 - 18:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Pelayanan kesehatan di Puskesmas Yaba terancam lumpuh

Ilustrasi: Pelayanan kesehatan di Puskesmas Yaba terancam lumpuh

HALSEL,Coretansatu.com – Kepala Puskesmas (Kapus) Yaba Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Masni Ayub, diduga mangkir dari tugas selama lebih dari tiga bulan berturut-turut tanpa alasan yang jelas dan tanpa keterangan resmi dari Dinas Kesehatan setempat. Akibatnya, pelayanan medis dan administrasi di Puskesmas Yaba menjadi kacau-balau.

Para tenaga medis mengaku harus bekerja tanpa arahan dan tanpa koordinasi, sementara berbagai laporan dan program kesehatan masyarakat terbengkalai. “Sudah hampir tiga bulan Kapus tidak masuk. Kami kerja tanpa bimbingan dan arah yang jelas. Kalau begini terus, pelayanan bisa lumpuh total,” ujar salah satu tenaga kesehatan yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Informasi yang diperoleh media mengungkap bahwa Masni Ayub lebih sering terlihat berada di rumah pribadinya di Desa Tomori, Kecamatan Bacan, ketimbang di tempat tugasnya di Puskesmas Yaba. Kondisi ini memicu kecaman dari berbagai pihak yang menilai tindakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran disiplin berat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini merupakan indikasi pelanggaran terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, khususnya Pasal 3 ayat (11) yang menegaskan bahwa setiap PNS wajib masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja, serta Pasal 8 huruf (d) yang menyebut mangkir lebih dari 10 hari kerja tanpa keterangan dapat dijatuhi hukuman disiplin berat berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

Keresahan kini meluas hingga ke masyarakat Desa Yaba dan sekitarnya. Warga menilai pemerintah daerah terlalu lamban menindak pelanggaran yang jelas-jelas merugikan publik. “Kalau dia tidak mau kerja, lebih baik diganti saja. Kami butuh pemimpin yang hadir untuk rakyat, bukan sekadar nama di papan puskesmas,” tegas seorang warga

Hingga Berita ini dipublish, awak media Masi berupaya menkonfirmasi kepala Puskesmas Yaba.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Buntut Dugaan Tambang Ilegal, Kades Kubung Halsel Disorot Soal Kepemilikan Tromol Emas
Proyek SPAM Rp8.8 Miliar di Halut Disorot: SEMMI Malut Minta Kepala BPBPK Dicopot 
BWS Malut Dinilai Tak Bertaring Evaluasi PPK, FORMAPAS Bakal Laporkan Proyek Rp. 42 Miliar ke KPK 
Formapas Malut Desak Satgas PKH Tindak Tegas Aktivitas Tambang Yang Melakukan Kerusakan Lingkungan di Pulau Taliabu.
Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi
Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 05:24

Buntut Dugaan Tambang Ilegal, Kades Kubung Halsel Disorot Soal Kepemilikan Tromol Emas

Rabu, 22 April 2026 - 04:52

Proyek SPAM Rp8.8 Miliar di Halut Disorot: SEMMI Malut Minta Kepala BPBPK Dicopot 

Selasa, 21 April 2026 - 09:30

BWS Malut Dinilai Tak Bertaring Evaluasi PPK, FORMAPAS Bakal Laporkan Proyek Rp. 42 Miliar ke KPK 

Selasa, 21 April 2026 - 05:49

Formapas Malut Desak Satgas PKH Tindak Tegas Aktivitas Tambang Yang Melakukan Kerusakan Lingkungan di Pulau Taliabu.

Minggu, 19 April 2026 - 14:47

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Berita Terbaru