Sudah Lewat Masa Bayar Geuck Rundeng Belum Bayar Dan Inspektorat Belum Menyerahkan Ke APH

- Penulis Berita

Jumat, 24 Oktober 2025 - 03:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kantor Inspektorat Kabupaten Aceh Barat

Foto: Kantor Inspektorat Kabupaten Aceh Barat

ACEH BARAT,Coretansatu.com — Banyak temuan Dana desa yang dimainkan oleh Aparatur desa, dan saat terbukti langsung diserahkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) baik sudah dibayar atau belum, karena jika sudah dibayar pun itu masuk dalam pidana.

laporan warga desa rundeng anggaran 2024 yang banyak program tidak jelas, dan bahkan dana ketahanan pangan dikelola oleh Aparat desa itu sendiri dan malah ASN, jelas dalam aturan jika ASN tidak bisa mengelola dana ketahanan pangan, tapi mereka tahu membiarkan itu demi keuntungan pribadi.

Saat Inspektorat Aceh Barat memeriksa laporan warga desa rundeng dan ternyata terbukti korupsi dan temuannya menurut sumber terpercaya 300 juta lebih, dan masa sanggah dan masa pembayaran sudah lewat, dan info dari salah satu tuha peut desa rundeng jika geucik rundeng bersikeras tidak mau bayar dan mengaku tidak korupsi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu pemuda desa rundeng Ahhadda mengatakan, “dalam aturan jelas masa sangga dan masa pembayaran berapa hari, jika sudah lewat maka wajib diserahkan kepada APH agar ditindak, jangan seperti membiarkan korupsi seperti kasus yang saya laporkan 2023 juga terbukti tapi tidak ditindak dan Pelakunya masih melakukan program pembodohan di desa rundeng, padahal dalam Qanun desa Aceh barat tahun 2022 jelas jika terbukti KKN maka wajib diberhentikan pasal 40 & 59 larangan aparatur desa”

Seorang warga dusun 1 yang tak ingin disebutkan nama mengatakan ” masak kadus yang terbukti memainkan dana pribadi fardhu kifayah masih dipakai jadi Kaur, malah program beli boat desa juga dia dan geucik yang hendel, yang anggaran 120 jt lebih tapi boat rusak dibeli harga dibawa 50 jt, banyak warga yg berpikir dan menduga jika geucik dan mantan kadus dusun 1 itu bagi fee di hasil korupsi pembelian boat”

Ahhadda menambahkan “jika memang geucik rundeng merasa tidak bersalah dan tidak mau bayar berarti hasil audit dan pemeriksaan inspektorat aceh barat itu salah, mereka inspektorat pasti punya metode pemeriksa buktikan saja di pengadilan biar kita lihat , makanya serahkan itu ke APH , jangan kasus korupsi dana desa di Aceh Barat seolah dibiarkan dan dilindungi, karena saat ada warga melaporkan, menyerahkan bukti dan saat diperiksa di LHP terbukti, tindakan selanjutnya tidak ada, saya sangat berharap dengan bupati Aceh barat yang baru, para koruptor-koruptor di Aceh Barat ditindak sesuai hukum dan Qanun, karna kasus desa rundeng inipun sudah masuk ke meja bupati Aceh barat infonya dan bupati sudah tahu” tutup ahhadda

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : M Nur

Berita Terkait

Ramadhan Damai sebagai Tanggung Jawab Kolektif: PERMAHI Aceh Soroti Peran Preventif Kepolisian
MPC Pemuda Pancasila Buat Warga Terdampak Banjir Kembali Tersenyum
Janji Bukan Sekadar Kata, Deretan Program Nyata Jamaluddin Idham dalam Setahun
Peduli Pendidikan Pasca Bencana, Anggota DPRK Aceh Utara Salurkan 200 Paket Sekolah
Anggota DPR RI Terobos Daerah Terisolir, Salurkan Logistik untuk Warga Uyem Beriring dan Kampung Pasir
PW IPNU Aceh Desak Presiden Copot Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf. Ali Imran Usai Anggotanya Melakukan Dugaan Pemukulan Terhadap Warga
HA IPB Aceh Sambut Kepemimpinan Baru untuk Perluas Dampak Pengabdian Alumni
DPR RI Fraksi PDIP Dan Ketua DPD PDIP Turun Langsung Menyalurkan Bantuan Kemanusiaan Ke Aceh Tamiang

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 22:38

Diduga Mark-Up, Kejati Diminta Telisik Pengadaan Beras Program Pangan Murah Pemprov Malut

Kamis, 23 April 2026 - 16:21

Diduga Terlibat Tambang Emas ilegal, LIN Malut Desak Polda Periksa Kades Kubung

Kamis, 23 April 2026 - 14:50

BPBD Halteng Pastikan Penanganan Pasca Bentrok Patani Barat Berjalan Lancar

Kamis, 23 April 2026 - 10:30

Langkah Mediasi Belum Membuahkan Hasil, Warga Tuntut Audit Dana Desa dan Copot Kades Maffa

Kamis, 23 April 2026 - 09:53

Jelang May DaY, ini Tuntutan PUK SBGN PT. RIM di Halteng

Rabu, 22 April 2026 - 14:22

Desak Copot Kades Maffa, Warga Segel Kantor Desa dan Hadang Kunker Bupati Bassam

Rabu, 22 April 2026 - 11:56

DPD GPM Malut Desak KeJati Usut Dugaan Korupsi Normalisasi Kali di Kepulauan Sula

Rabu, 22 April 2026 - 05:24

Buntut Dugaan Tambang Ilegal, Kades Kubung Halsel Disorot Soal Kepemilikan Tromol Emas

Berita Terbaru

Ketua PUK SBGN PT. RIM : M. Alfarisin

Maluku Utara

Jelang May DaY, ini Tuntutan PUK SBGN PT. RIM di Halteng

Kamis, 23 Apr 2026 - 09:53