DPC GPM Halsel Desak Bupati Bassam Pecat Oknum ASN Yang Terlibat Dugem dan Miras di Tempat Hiburan Malam

- Penulis Berita

Senin, 20 Oktober 2025 - 08:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL,Coretansatu.com — Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Maluku (DPC GPM) Halmahera Selatan secara tegas mendesak Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, untuk mengambil tindakan tegas terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial U alias (Utam) di lingkungan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang baru-baru ini terciduk berada di tempat hiburan malam (THM) dengan dugaan melakukan dugem dan mengonsumsi minuman keras (miras).

Ketua DPC GPM Halsel, Bung Harmain Rusli. S.H, dalam pernyataannya kepada media, Senin (20/10/2025), menyampaikan bahwa perilaku oknum ASN tersebut mencoreng citra pemerintah daerah dan bertentangan dengan nilai-nilai integritas dan disiplin yang harus dijunjung tinggi oleh setiap pejabat publik.

“Kami sangat kecewa atas tindakan yang dilakukan oleh oknum ASN Utam yang tidak hanya melanggar aturan larangan masuk ke tempat hiburan malam, tetapi juga memperlihatkan sikap tidak etis yang merugikan nama baik Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

DPC GPM menilai sikap oknum tersebut sebagai bentuk pelanggaran berat terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang disiplin ASN serta melanggar surat edaran resmi Bupati yang melarang keras ASN memasuki THM dengan ancaman sanksi berat hingga pencopotan jabatan.

“Kami mendesak Bupati Bassam Kasuba untuk segera menindaklanjuti kasus ini dengan menegakkan aturan secara tegas tanpa pandang bulu. Utam harus segera diberhentikan dari jabatannya sebagai bentuk penegakan disiplin dan integritas ASN di Halsel,” tambahnya.

Selain itu, DPC GPM juga menuntut permintaan maaf terbuka dari oknum ASN Utam kepada seluruh insan pers di Halmahera Selatan atas penghinaan yang dilontarkan saat tertangkap di lokasi tersebut. Pernyataan U yang merendahkan profesi wartawan dinilai telah melecehkan pilar demokrasi sekaligus mengganggu hubungan harmonis antara pemerintah dan media.

“Penegakan hukum dan disiplin internal ASN harus menjadi prioritas agar masyarakat kembali percaya kepada pemerintah daerah. Jika dibiarkan, hal ini dapat merusak kepercayaan publik dan menurunkan wibawa pemerintah,” pungkas, Ketua DPC GPM.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi
Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:47

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Berita Terbaru