PT STS Diklaim Merampok Hutan Maba, Presiden Prabowo Didesak Turun Tangan

- Penulis Berita

Jumat, 10 Oktober 2025 - 10:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALTIM,Coretansatu.com — Operasi tambang PT STS di kawasan hutan produksi Desa Pekaulang, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, kini menjadi pusat kemarahan publik. Aktivitas perusahaan tersebut diduga keras berlangsung tanpa mengantongi izin resmi, sehingga layak dicap sebagai aksi illegal mining berkedok investasi.

Sesuai amanat peraturan perundang-undangan, setiap kegiatan non-kehutanan di wilayah hutan wajib mengantongi Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) dari pemerintah pusat. Namun hingga hari ini, tidak ditemukan satupun dokumen PPKH atas nama PT STS, menegaskan bahwa seluruh aktivitas mereka berdiri di atas pelanggaran hukum.

Tak berhenti di situ. Operasi perusahaan ini juga dituding melanggar izin lingkungan dan tata ruang pesisir. Pembukaan lahan secara brutal serta pembuangan limbah tanpa kendali disebut telah merusak ekosistem hutan, pesisir, hingga aliran air bersih yang menjadi tumpuan hidup masyarakat lokal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan warga mengungkap mulai munculnya perubahan warna air sungai, matinya biota laut, hingga terganggunya hasil tangkap nelayan. Kerusakan ini bukan sekadar statistik, ia adalah ancaman hidup bagi ribuan warga yang menggantungkan hidupnya dari alam.

Di tengah derasnya sorotan pelanggaran, mencuat sosok bernama Zhang Hui yang disebut-sebut sebagai Direktur PT STS. Namun investigasi lapangan justru membongkar struktur perusahaan yang jauh lebih rumit dan misterius dari sekadar satu nama.

Publik sempat menduga keterkaitan PT STS dengan figur Maria Chandra Pical melalui kepemilikan saham di PT Bahtera Mineral Nusantara (BMN). Namun data resmi Minerba One Data Indonesia (MODI) justru menyatakan bahwa Maria bukan pemilik saham PT STS, membelokkan dugaan ke arah lain.

MODI mencatat bahwa kepemilikan saham PT STS dikuasai kombinasi nama asing dan lokal. Struktur pengurusnya pun didominasi tokoh-tokoh yang nyaris tak dikenal publik, seolah sengaja disusun untuk mengaburkan jejak kendali perusahaan.

Dalam catatan resmi, Zhang Hui menjabat sebagai Direktur Utama, dibantu Deby Valentina dan Yang Chenlin sebagai Direktur. Sementara kursi Komisaris Utama diduduki oleh sosok bernama Neydo, dengan Liu Bun sebagai Komisaris pendamping.

Kondisi ini sontak memicu reaksi keras dari Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Maluku Utara. Melalui ketuanya, Sarjan Hi Rivai, SEMMI mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung untuk memerintahkan penghentian total operasi PT STS di kawasan hutan Maba.

Dengan dugaan pelanggaran izin yang masif serta struktur kepemilikan yang gelap, publik menuntut aparat penegak hukum, KLHK, hingga Mabes Polri agar tak lagi diam. Jika dibiarkan, PT STS bukan hanya merampas kekayaan alam, melainkan mereka sedang menggali kubur bagi masa depan ekologis Halmahera Timur.

Facebook Comments Box

Editor : Admin.Coretansatu

Berita Terkait

Buntut Pembatalan Pemenang Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar, Dugaan Intervensi Kakanwil Kemenag Malut Jadi Sorotan
Polres Halsel Kantongi Hasil Visum Kasus Penganiayaan Guru PPPK, Tersangka Ditetapkan Pekan Depan
Puskesmas Yaba Dinilai Tak Lagi Memadai, Warga Harap Bupati Bassam Prioritaskan Pembangunan
CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!
Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang
Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite
Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi
Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:09

Buntut Pembatalan Pemenang Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar, Dugaan Intervensi Kakanwil Kemenag Malut Jadi Sorotan

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:24

Polres Halsel Kantongi Hasil Visum Kasus Penganiayaan Guru PPPK, Tersangka Ditetapkan Pekan Depan

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:04

Puskesmas Yaba Dinilai Tak Lagi Memadai, Warga Harap Bupati Bassam Prioritaskan Pembangunan

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:50

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:17

Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Senin, 20 Juli 2026 - 16:18

Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi

Senin, 20 Juli 2026 - 15:23

Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA

Senin, 20 Juli 2026 - 11:11

Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar Terhambat, Kakanwil Kemenag Malut Diduga Intervensi Pemenang Tender

Berita Terbaru