HALTENG,Coretansatu.com – Dugaan kebohongan publik kembali menyeruak terkait proyek pembangunan SMA Negeri 3 Pulau Gebe. PT Smart Marsindo, perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah tersebut, diduga menipu masyarakat dengan klaim seolah-olah merekalah pihak yang membangun sekolah baru, padahal kenyataannya proyek itu merupakan pengganti sekolah lama yang rusak akibat aktivitas tambang perusahaan tersebut.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebelum kehadiran PT Smart Marsindo, SMA yang lama telah dibangun oleh PT Antam dan berfungsi baik. Namun sejak kegiatan tambang dilakukan di area belakang sekolah itu, kondisi gunung yang menjadi penopang lingkungan sekolah mulai rusak parah hingga mengancam keselamatan bangunan dan warga sekitar.
Akibat dari aktivitas tambang yang tidak terkendali, lereng gunung di belakang SMA Antam longsor dan rusak berat, membuat kawasan sekolah menjadi tidak aman lagi untuk kegiatan belajar-mengajar. Masyarakat pun mendesak pemerintah agar segera menindak perusahaan tersebut yang dianggap merusak fasilitas pendidikan dan lingkungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ironisnya, PT Smart Marsindo justru mengklaim sedang membangun SMA baru, seolah itu bentuk tanggung jawab sosial atau program CSR perusahaan. Padahal, menurut warga setempat, pembangunan tersebut hanyalah pengganti sekolah lama yang rusak akibat ulah mereka sendiri.
Lebih parah lagi, hingga kini pembangunan sekolah baru itu belum selesai, namun perusahaan sudah kembali melakukan aktivitas tambang di wilayah yang berdekatan dengan area pembangunan. Warga khawatir dampak kerusakan yang sama akan terulang dan justru membuat sekolah baru itu ikut terancam.
Sejumlah masyarakat Gebe menyebut tindakan PT Smart Marsindo sebagai bentuk pengelabuan publik dan manipulasi informasi. Mereka menilai perusahaan mencoba memoles citra buruknya dengan proyek-proyek pencitraan, padahal kerusakan lingkungan akibat kegiatan tambang semakin meluas.
Tak hanya itu, jalan umum di Pulau Gebe kini juga mengalami kerusakan parah. Abu dan debu nikel yang berserakan di sepanjang jalan akibat lalu lalang kendaraan berat pengangkut ore tambang membuat warga sulit beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Kendaraan perusahaan, terutama LV dan menhol pengangkut nikel, kerap melintas dengan muatan berlebih tanpa memperhatikan keselamatan pengguna jalan. Kondisi ini membuat aspal jalan cepat rusak dan menimbulkan debu pekat yang mengganggu kesehatan masyarakat setempat.
Masyarakat Pulau Gebe kini mendesak pemerintah pusat dan aparat penegak hukum untuk menurunkan tim investigasi independen guna menelusuri dugaan kebohongan dan pelanggaran lingkungan oleh PT Smart Marsindo. Jika dibiarkan, bukan hanya sekolah dan gunung yang hancur, tapi juga masa depan anak-anak Gebe yang ikut dikorbankan oleh kerakusan tambang.
Editor : Admin.Coretansatu









