Halmahera Selatan, Coretansatu.com – Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Dolik, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, diduga kuat tidak berjalan sesuai ketentuan resmi. Sejumlah indikasi penyimpangan mengemuka, memunculkan sorotan publik terhadap transparansi dan pengawasan distribusi BBM bersubsidi di wilayah tersebut.
Pantauan lapangan menunjukkan antrean panjang kendaraan hampir setiap hari di sekitar area SPBU Dolik. Namun, antrean itu didominasi oleh kendaraan yang sama melakukan pengisian berulang kali. Warga bahkan mendapati kendaraan tangki modifikasi dan jerigen mencurigakan keluar masuk lokasi tanpa pengawasan ketat dari pengelola.
“Sudah sering terlihat mobil yang sama bolak-balik isi BBM. Sementara warga biasa sering tidak kebagian. Seolah ada permainan yang dibiarkan,” ujar salah satu warga Dolik yang enggan disebut namanya, Rabu (8/10/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kuat dugaan bahwa pasokan BBM bersubsidi dari SPBU Dolik disalurkan kepada pihak yang tidak berhak. Di sejumlah wilayah sekitar Bacan, para pedagang eceran justru memperoleh BBM dengan mudah, mempertegas kecurigaan adanya praktik penyelewengan distribusi yang berpotensi merugikan masyarakat kecil.
Padahal, sesuai Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 dan ketentuan Pertamina, penyaluran BBM bersubsidi wajib diberikan hanya kepada konsumen yang berhak dan dilarang untuk diperjualbelikan kembali. Jika terbukti melanggar, pengelola SPBU dapat dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana diubah melalui Undang-Undang Cipta Kerja, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda hingga Rp60 miliar.
Fenomena ini menuntut perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan investigasi menyeluruh. Pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi harus diperketat agar tidak menjadi ruang gelap bagi praktik mafia energi yang merugikan publik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola maupun Direktur SPBU Dolik belum memberikan tanggapan resmi atas dugaan penyimpangan tersebut, meski upaya konfirmasi telah dilakukan oleh wartawan
Editor : Admin Coretansatu.com
Sumber Berita : Wahyu








