PT Feni Haltim Kembali Cemari Pesisir Teluk Buli, Warga Menjerit Ekologi Dikorbankan

- Penulis Berita

Senin, 29 September 2025 - 16:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


‎HALTIM,Coretansatu.com – Pesisir Teluk Buli, Kabupaten Halmahera Timur, kembali diselimuti lumpur pekat yang mengalir dari Kali Kukuba, Kecamatan Maba, pada Kamis (25/9/2025). Dugaan warga mengarah ke aktivitas tambang nikel PT Feni Haltim anak usaha PT Aneka Tambang yang kini agresif membangun infrastruktur industri baterai kendaraan listrik.

‎Pencemaran berulang ini dianggap sebagai bentuk kejahatan lingkungan yang semakin terang benderang. Ketua Salawaku Institute, M. Said Marsaoly, menyebut peristiwa tersebut membuktikan bahwa klaim perusahaan terkait pemulihan lingkungan hanyalah ilusi.

“Kerusakan terus berulang, dan warga menjadi saksi hidup dari kehancuran yang tak kunjung berhenti,” tegas Said, dalam siaran pers yang diterima Senin (29/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Ia menambahkan, kejadian serupa pernah terjadi pada Agustus lalu ketika aliran Kali Kukuba berubah keruh pekat dan langsung menghantam laut, menyelimuti garis pantai dengan lumpur cokelat. Padahal saat itu PT Feni Haltim dengan lantang menyatakan pencemaran telah tertangani.

‎Sejak resmi memulai operasi pada 20 Juni 2025, kata Said, skala kerusakan kian meluas. Proyek hilirisasi nikel yang digadang pemerintah pusat sebagai penopang transisi energi global, di mata warga, justru berubah menjadi bencana ekologis baru.

“Dunia membayangkan energi bersih, tetapi bagi kami, warga lokal, ini berarti kehancuran pesisir dan sungai. Teluk Buli yang seharusnya dipulihkan justru makin dirusak,” ujar Said.

Salawaku Institute mendesak pemerintah menghentikan pembangunan pabrik baterai di kawasan Teluk Buli, membuka secara transparan dokumen lingkungan seperti AMDAL dan RKL-RPL, serta melakukan pemulihan total terhadap pesisir dan sungai yang telah rusak.

‎Tuntutan itu mencerminkan kegelisahan kolektif warga Buli: mereka hidup di tengah ironi energi bersih untuk dunia, tetapi penderitaan ekologis untuk kampung halaman mereka,” Pungkasnya.

Facebook Comments Box

Editor : admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Arfandi

Berita Terkait

Buntut Pembatalan Pemenang Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar, Dugaan Intervensi Kakanwil Kemenag Malut Jadi Sorotan
Polres Halsel Kantongi Hasil Visum Kasus Penganiayaan Guru PPPK, Tersangka Ditetapkan Pekan Depan
Puskesmas Yaba Dinilai Tak Lagi Memadai, Warga Harap Bupati Bassam Prioritaskan Pembangunan
CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!
Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang
Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite
Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi
Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:09

Buntut Pembatalan Pemenang Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar, Dugaan Intervensi Kakanwil Kemenag Malut Jadi Sorotan

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:24

Polres Halsel Kantongi Hasil Visum Kasus Penganiayaan Guru PPPK, Tersangka Ditetapkan Pekan Depan

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:04

Puskesmas Yaba Dinilai Tak Lagi Memadai, Warga Harap Bupati Bassam Prioritaskan Pembangunan

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:50

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:17

Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Senin, 20 Juli 2026 - 16:18

Akui Timbun BBM, Amsar Diduga Jual Solar BBM Subsidi Dari QR Code 11 Mobil Expedisi

Senin, 20 Juli 2026 - 15:23

Dugaan Bisnis Ampas Emas Ilegal di Halsel Seret Nama Oknum Polisi Berinisial LA

Senin, 20 Juli 2026 - 11:11

Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar Terhambat, Kakanwil Kemenag Malut Diduga Intervensi Pemenang Tender

Berita Terbaru