Oknum Pegawai RSUD Labuha Diduga Terobos Antrian Pengambilan SKD, Peserta Protes Keras

- Penulis Berita

Senin, 22 September 2025 - 02:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL,Coretansatu.Com – Antrian panjang pengambilan Surat Keterangan Dokter (SKD) di RSUD Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Senin (22/9/2025), menuai sorotan tajam. Ratusan peserta tampak berdesak-desakan demi bisa mendapatkan SKD yang telah diterbitkan pihak rumah sakit. Suasana makin ricuh ketika seorang oknum pegawai RSUD diduga menerobos barisan tanpa mengikuti prosedur antrian.

Kejadian ini sontak memantik emosi para peserta yang sejak pagi rela menunggu giliran. Mereka merasa diperlakukan tidak adil karena masih harus berbaris panjang, sementara sang pegawai dengan santainya melangkah ke depan kerumunan tanpa hambatan. “Kami sudah berdiri dari jam 7 pagi, panas-panasan, tiba-tiba ada pegawai masuk ambil SKD tanpa antri. Itu jelas-jelas tidak fair,” ungkap salah satu peserta yang kesal.

Oknum pegawai yang diketahui mengenakan seragam dinas lengkap itu langsung mengklaim bahwa SKD yang diambil adalah milik anaknya. Ia berdalih dirinya bekerja di bagian pengetikan, sehingga merasa memiliki kewajiban sekaligus hak untuk langsung mengambil dokumen tersebut. “Ini SKD anak saya. Saya juga yang ketik, jadi wajarlah kalau saya ambil langsung,” ucapnya dengan enteng saat dikonfirmasi sejumlah peserta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun alasan tersebut justru semakin memicu kemarahan peserta lain. Mereka menegaskan bahwa siapa pun harus mengikuti mekanisme antrian, tanpa terkecuali. “Kalau anaknya mau SKD, ya antri! Jangan karena orang tuanya kerja di rumah sakit, lalu bisa seenaknya. Kami semua juga punya keluarga dan sama-sama butuh SKD itu,” tegas seorang peserta lain yang geram dengan perlakuan diskriminatif tersebut.

Kondisi di depan loket nyaris memanas. Beberapa peserta terdengar saling cekcok lantaran merasa dirugikan oleh sikap oknum pegawai itu. Situasi makin tidak terkendali karena pihak RSUD tampak tidak segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan. Kerumunan pun makin padat, dengan sebagian peserta mendorong dan berdesakan agar tidak semakin tertinggal dalam antrian.

Fenomena ini menambah catatan buruk pelayanan RSUD Labuha di mata masyarakat. Pasalnya, peristiwa serupa disebut bukan kali pertama terjadi. Sejumlah warga mengaku sudah sering melihat adanya praktik “jalan pintas” oleh keluarga pegawai rumah sakit yang dianggap melukai rasa keadilan publik. “Ini bukan baru sekali, sudah sering. Kalau terus begini, rakyat kecil pasti merasa diperlakukan tidak sama,” kata seorang warga yang enggan disebut namanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Labuha belum memberikan keterangan resmi kepada awak media terkait insiden tersebut.

Publik menanti penjelasan dan sikap tegas dari rumah sakit untuk mencegah kejadian serupa kembali berulang dan dapat di adili Pegawai yang arogan tersebut.

Masyarakat mendesak agar pihak RSUD segera melakukan evaluasi menyeluruh, serta memberi sanksi tegas kepada oknum pegawai yang terbukti melanggar aturan. Tanpa itu, kepercayaan publik terhadap pelayanan rumah sakit akan semakin runtuh.

Kasus ini menjadi pelajaran pahit bagaimana penyalahgunaan jabatan bisa merusak prinsip keadilan dalam pelayanan publik. Ratusan peserta yang harus berdesak-desakan hanya berharap satu hal: keadilan yang sama bagi semua warga, tanpa ada perlakuan istimewa bagi siapa pun, sekalipun anak dari pegawai rumah sakit.

Facebook Comments Box

Editor : Admin.Coretansatu

Berita Terkait

Hanya Karena Tulisan “K3 Konstruksi”, Pokja III Maluku Utara Gugurkan Peserta Tender
Saling Lempar Tanggung Jawab, Kakanwil Kemenag Malut dan PPK Tahan Proyek MIN Halbar Rp3,6 M
Kelola 8 Bak Sianida, Usman Diduga Operasikan Kembali Tambang Ilegal Kusubibi
Buntut Pembatalan Pemenang Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar, Dugaan Intervensi Kakanwil Kemenag Malut Jadi Sorotan
Polres Halsel Kantongi Hasil Visum Kasus Penganiayaan Guru PPPK, Tersangka Ditetapkan Pekan Depan
Puskesmas Yaba Dinilai Tak Lagi Memadai, Warga Harap Bupati Bassam Prioritaskan Pembangunan
CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!
Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:21

Hanya Karena Tulisan “K3 Konstruksi”, Pokja III Maluku Utara Gugurkan Peserta Tender

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:32

Saling Lempar Tanggung Jawab, Kakanwil Kemenag Malut dan PPK Tahan Proyek MIN Halbar Rp3,6 M

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:35

Kelola 8 Bak Sianida, Usman Diduga Operasikan Kembali Tambang Ilegal Kusubibi

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:09

Buntut Pembatalan Pemenang Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar, Dugaan Intervensi Kakanwil Kemenag Malut Jadi Sorotan

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:24

Polres Halsel Kantongi Hasil Visum Kasus Penganiayaan Guru PPPK, Tersangka Ditetapkan Pekan Depan

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:50

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:17

Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:21

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Berita Terbaru