HALSEL,CM — Warga Desa Laluin, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, mengeluhkan layanan air bersih yang tidak mengalir selama kurang lebih 15 hari.
Akibat terhentinya aliran PAM tersebut, masyarakat terpaksa kembali mengambil air dari sumber lama yang biasa digunakan sebelum jaringan PAM masuk ke desa mereka. Sumber air tersebut berada di sebuah pulau di sebelah utara Desa Laluin, sehingga warga harus menyeberang menggunakan perahu jenis Body.
Kondisi ini menyulitkan aktivitas harian masyarakat. Warga harus membawa jeriken dan berbagai wadah penampung menggunakan perahu demi memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang warga Desa Laluin, mengatakan bahwa warga terpaksa kembali menggunakan sumber air lama karena air PAM sudah sekitar dua minggu tidak mengalir.
“Sudah sekitar 15 hari air PAM tidak jalan. Jadi kami terpaksa kembali mengambil air di tempat yang dulu kami gunakan sebelum air PAM masuk ke desa. Kami harus menyeberang ke pulau sebelah untuk mengambil air,” ujar salah warga.
Hal senada disampaikan warga lainnya. Menurutnya, kondisi tersebut sangat menyulitkan karena warga harus menempuh perjalanan laut untuk mendapatkan air bersih.
“Kami berharap air PAM segera diperbaiki dan kembali mengalir seperti biasa. Karena kalau harus terus mengambil air di pulau sebelah, tentu sangat menyulitkan dan membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan pembayaran bulanan PAM,” katanya kepada media MalutUpdate, Selasa (18/8/26).
Warga berharap pemerintah desa maupun pihak pengelola pelayanan air bersih dapat segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan ini.
Masyarakat sangat mendambakan distribusi air bersih dapat kembali normal, sehingga warga Desa Laluin tidak perlu lagi menyeberang ke pulau sebelah hanya untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Editor : Admin Coretansatu.com









