TERNATE,Coretansatu.com — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), secara terbuka melontarkan pujian mendalam terhadap Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.
Zulhas menilai, modal terbesar dalam menakhodai wilayah kepulauan ini bukanlah sekadar sekat formalitas birokrasi, melainkan ketulusan nurani yang universal sebuah aspek yang dinilai mampu melintasi batas perbedaan keyakinan dan menyentuh akar rumput.
Apresiasi tersebut mengemuka di tengah riuh ribuan perangkat desa, nelayan, dan pengurus koperasi yang memadati Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Maluku Utara di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Bastiong, Ternate.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pidatonya, Zulhas menekankan bahwa daya terima sosiologis yang sangat kuat terhadap Sherly Tjoanda di wilayah yang memiliki sejarah sosial panjang seperti Maluku Utara didasarkan pada nilai kemanusiaan universal.
“Kenapa sih Gubernur Maluku Utara itu terkenal di mana-mana, orang suka? Ternyata manusia itu sama, universal. Apakah kamu Kristen, Islam, Hindu, atau Buddha, semuanya punya nurani, punya hati. Ibu Sherly ini mampu mengubah semuanya menjadi pengabdian yang tulus, sehingga terasa di publik,” ujar Menko , Rabu (5/8/2026).
Menurut Zulhas, kepemimpinan modern sering kali terjebak pada kecakapan teknokrasi dan gelar akademis semata. Namun, ia mengingatkan para bupati dan doktor di pemerintahan bahwa komunikasi politik hanya akan “nyambung” jika digerakkan oleh kejujuran sikap.
Pernyataan Menko Pangan tidak dapat dilepaskan dari dinamika personal yang membentuk arah politik Maluku Utara. Sebagai gubernur perempuan pertama di provinsi tersebut, langkah Sherly Tjoanda menuju puncak pemerintahan dilalui lewat ujian keteguhan yang luar biasa. Ia mengambil alih tanggung jawab politik strategis setelah suaminya, mendiang Benny Laos, gugur dalam insiden tragis selama masa kampanye Pilkada.
“Saya diskusi sebentar tadi, saya mendapat pelajaran bahwa beliau mampu mengubah duka atas perjuangan suaminya menjadi pengabdian untuk kita. Maka, beliau terpilih menjadi Gubernur Maluku Utara,” kata Zulhas
Apresiasi lintas sektor ini muncul di saat yang krusial. Pemerintah pusat tengah mengejar target pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia demi mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam hal ketahanan pangan. Di Maluku Utara, program ini diterjemahkan lewat hilirisasi komoditas laut dan perkebunan.
Modal sosial berupa tingginya kepercayaan masyarakat (public trust) terhadap figur Sherly Tjoanda menjadi katalis penting. Integrasi kebijakan pusat kini berjalan linier di daerah. Sebagai bukti nyata, Pemprov Maluku Utara langsung mengalokasikan bantuan 220 kapal dan 1.000 mesin untuk nelayan guna memperkuat Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan menjamin pasokan rantai hulu koperasi.
Editor : Admin Coretansatu.com








